by

Disaat Ambon Zona Merah, Wakil Rakyat Keluar Daerah Lagi

-Parlemen-278 views

AMBON,MRNews.com,- Disaat kota Ambon saat ini masuki zona merah COVID-19, malahan para wakil rakyat di DPRD kota Ambon lebih memilih mengagendakan untuk kembali terbang ke luar daerah.

Keberangkatan 35 legislator “yang terhormat” itu direncanakan bertolak hari ini hingga akhir pekan. Selain anggota DPRD, ada 8 orang juga ikut dalam rombongan. Total 43 orang, sebagaimana jumlah yang mengikuti Rapid tes pada dinas kesehatan (Dinkes) Ambon.

Pimpinan DPRD beralibi, keberangkatan ini menyangkut menyerapan informasi terkait refocusing anggaran. Padahal refocusing atau realokasi anggaran sudah dilakukan pemerintah kota sedari awal yakni 46 miliar bagi penanganan COVID-19. Dimana sejauh ini, sudah terpakai 28,7 miliar oleh Gugus Tugas COVID-19 kota Ambon.

“DPRD akan melakukan kunjungan kerja (Kunker) terkait pembahan APBD 2019. Karena refocusing yang terjadi saat ini, maka teman-teman Banggar akan Kunker ke beberapa daerah zona hijau untuk mencari referensi-referensi terkait pembahasan tersebut,” tandas ketua DPRD kota Ambon Ely Toisuta.

Refocusing anggaran kata dia, memang sudah dilakukan. Lalu terkait dengan pembahasan itu maka badan anggaran (Banggar) mau mencari referensi kesana. Pembahasan dan referensi yang dimaksud bermakna ganda. Sebab refocusing sudah terjadi dan anggarannya telah direalisasi, sisakan 31 miliar lebih belum terpakai.

Badan anggaran (Banggar) tak sendiri, tiga komisi pun ikut. Didalam komisi, ada anggota Banggar. Mereka menyasar tiga daerah di Jawa Barat yaitu Sukabumi, Bekasi dan Bogor. Tiga daerah itu rutin dikunjungi DPRD Ambon tiap tahunnya. Apa tujuan yang akan dibawa dari Ambon kesana, tak dibeberkan secara jelas oleh Toisuta.

“Dengan kondisi Covid, semua agenda komisi kemaren yang mereka mau Kunker ke beberapa kementerian khan tertunda. Maka sebelum masuk masa sidang berikut, komisi melakukan kunjungan ke kementerian sekaligus ke beberapa daerah untuk mengambil referensi-referensi,” tukas politikus Golkar di DPRD, Selasa (11/8).

Saat ditanya apakah keberangkatan ini bagian dari netralisir kondisi internal pasca protes beberapa anggota dewan beberapa hari terakhir soal kerja pimpinan DPRD dan Pansus COVID-19 yang mengecewakan, Ely mengelak.

“Nggak, nggak juga. Ini khan bagian daripada tugas. Seng ada netralisir. Di dewan tidak ada apa-apa, seng ada masalah apa-apa. Kalau pun ada, itu biasa, dinamika dalam suatu organisasi,” jelasnya.

Sementara kepala dinas kesehatan kota Ambon Wendy Pelupessy mengaku, untuk kepentingan berangkat, 35 anggota DPRD menjalani Rapid tes dengan hasil non reaktif termasuk 8 orang lain yaitu pegawai sekretariat DPRD dan satu wartawan TV.

“Sudah semua, hasil Rapid non reaktif. Awalnya khan ada keinginan Swab tapi karena berangkat besok (hari ini-red) jadi Rapid saja. Mungkin balik baru diatur jadwal untuk jalani Swab tes,” imbuh Wendy via seluler.

Dari data yang dihimpun media ini, keberangkatan kali ini jadi yang pertama bagi 35 anggota DPRD selama pandemi. Namun ketiga kalinya bagi pimpinan DPRD, dua kali bagi ketua-ketua fraksi dan pimpinan komisi setelah sebelumnya pernah bertolak ke Tangerang Selatan dengan alibi studi banding saat akhir PSBB II yang menuai kecaman publik.

Hasil apakah yang akan dibawa bapak/ibu anggota dewan yang terhormat dari Kunker ke Bekasi, Bogor dan Sukabumi maupun kementerian selama empat hari?. Apakah Kunker itu bisa merubah status Ambon dari zona merah ke oranye lagi?. Publik menanti jawaban dan kerja nyata anggota DPRD sekembali ke Kota Ambon Sabtu/Minggu ini. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed