by

Dirut Bank Maluku-Malut Mundur, Gubernur: Alasan Pribadi

-Maluku-183 views

AMBON,MRNews.com,- Pengunduran diri Arief Burhanuddin Waliulu dari jabatannya sebagai direktur utama (Dirut) Bank Maluku-Maluku Utara sedari pekan lalu ditanggapi Gubernur Maluku Murad Ismail selaku pemegang saham utama bank plat merah itu.

Murad mengaku, mundurnya Waliulu murni adalah alasan pribadi, dan tidak ada kaitannya dengan masalah internal perusahaan atau apapun. Bahwa mungkin jabatannya di Bank Maluku membawa sial baginya sehingga jalan mundur diambil.

“Mungkin karena waktu dia celaka, isterinya meninggal, mungkin kepercayaan dia itu yang membuat dia mendapa jabatan itu sehingga dia mendapat musibah seperti itu. Dia tabrak orang terus meninggal, setelah itu istrinya meninggal. Jadi mungkin dia trauma dengan itu jadi dia mengundurkan diri,” sebut Murad kepada awak media.

Namun begitu, diakui Murad, Waliulu masih tetap bekerja hingga dilakukan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) untuk mendapatkan pengganti dirinya.

“Tapi dia mengatakan sama kita sampai ada penggantinya baru dia resmi mengundurkan diri. Jadi belum kita sahkan pengunduran dirinya,” tukas mantan Kapolda Maluku di kantor Gubernur, Selasa (20/10).

Terhadap pengganti Waliulu, sebut Murad, pihaknya tidak akan mengambil dari dalam internal Bank Maluku-Maluku Utara. Sebab jika demikian, prosesnya akan panjang melalui assessment dan sebagainya sehingga direkrut orang luar yang punya pengalaman dan punya kompetensi dari Bank Mandiri pusat.

“Kemarin CV yang bersangkutan sudah dikirim ke saya. Dia sudah pernah jadi kepala wilayah dimana-mana untuk Bank Mandiri. Bank Mandiri sekarang lagi maju-majunya nih, jangan lagi kita bikin Bank Mandiri jadi jelek,” tandasnya.

Proses pergantian Waliulu menurutnya akan dilakukan lewat RUPS-LB di Kota Ambon yang direncanakan dalam waktu depan. “Saya suruh cari orang luar saja ganti biar tidak ada polemik macam-macam yang penting bank Maluku maju,” urainya.

Memang tambah Murad, Waliulu tidak mau menerima gaji sedari bulan lalu. Namun akan tetap membantu hingga ada pengganti baru benar-benar mundur. Karena itu tidak ada pejabat sementara (Pjs).

“Tidak ada Pjs Dirut. Dia tetap melaksanakan tugas dan tidak mau terima gaji. Dia undur juga kita belum sahkan, jadi mau kerja silahkan. Apa yang salah?. Saya selaku pemegang saham pengendali jug belum setujui itu,” kunci mantan Kakor Brimob. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed