by

Direktur & Perawat Terpapar, RS Ishak Umarella “Lockdown” 14 Hari

-Maluku-394 views

AMBON,MRNews.com,- Dari 18 orang, 14 diantaranya dokter, perawat serta tenaga non medis RS dr Ishak Umarella-Tulehu terpapar COVID-19. Maka RS tersebut ditutup sementara alias Lockdown dari pelayanan terhadap masyarakat selama dua pekan.

“Dengan terpaparnya tenaga medis dan non medis, perintah Gubernur langsung kita tutup sementara pelayanan RS dr Ishak Umarella guna melakukan sterilisasi selama 14 hari atau dua pekan agar penyebarannya tidak meluas,” kata Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Maluku Kasrul Selang.

Dikatakan Kasrul, dari 18 orang yang terpapar, 4 diantaranya merupakan keluarga tenaga medis. Hal itu diketahui ketika tim kesehatan lakukan Swab sekali jalan terhadap 21 orang dan dikonfirmasi positif 18 orang. Termasuk Direktur RS terpapar.

Soal mereka terpapar darimana, diakui Kasrul, dari hasil tracing baru diketahui. Tapi dicurigai potensi terkontaminasi dari pasien karena pelayanan RS sempat pindah ke tenda-tenda karena gempa. Padahal Tulehu itu direncanakan jadi salah satu penyangga di Ambon. Ketika ada pasien dari SBB, Malteng yang dirujuk tidak langsung ke Ambon, tetapi dirawat di RS Umarella.

“Semoga mereka itu punya imun tubuh tetap kuat dan sembuh cepat, karena tenaga medis kalau sakit juga repot. Sekarang 14 tim medis dan non medis sudah diisolasi di RS. 4 orang lain diisolasi di rumah-rumah dinas dokter/tenaga kesehatan,” kata Kasrul di kantor Gubernur, Jumat (12/6).

Dilanjutkan, untuk pasien opname, awalnya 13 orang. Sekarang tersisa 4 orang, sebagian setelah dilihat sudah layak dipulangkan.

“Tidak ada pasien kabur. Mereka hanya ingin pulang karena takut kena. Mungkin 1-2 hari sudah sembuh, mereka di RS tapi jalur berbeda. Mereka pasti steril dari perawat yang terpapar karena pelayanan oleh tenaga medis yang sehat,” bebernya.

Kasrul mengaku, tracing dilakukan 1-2 hari terhadap 14 orang tenaga medis dan non medis. Karena itu, sudah dibicarakan dengan Muspika di Tulehu. Sebabnya Gugus Tugas mengharapkan dukungan pemerintah negeri dan warga Tulehu.

“Kita sudah latih tim di Puskesmas Tulehu untuk lakukan tracing. Kita juga mulai mencari-cari tempat untuk karantina mengantisipasi hasil tracing, bagaimana perlakuan warga Tulehu pasca kasus terpapar itu. Masyarakat sekitar rumah sakit tidak usah panik karena ini virus, bukan aib dan ada protap kesehatan agar tidak menyebar,” tutup Sekda Maluku. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed