Diperintah Sekot, BPBD Turunkan Tenda Darurat Bagi Pasien RSSH

AMBON,MRNews.com,- Saat meninjau Rumah Sakit Sumber Hidup (RSSH) Ambon atau RS GPM, Sekretaris Kota (Sekkot) Ambon A.G. Latuheru langsung memerintah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota untuk menurunkan tenda darurat bagi perawatan pasien untuk dipasang di sepanjang jalan raya belakang RS sebab area RS terbatas atau kecil sehingga tak cukup menampung ratusan pasien.

Pasalnya pasca gempa berkekuatan 5,2 SR dan diikuti 8 gempa susulan, Kamis (10/10/19) seluruh pasien bersama tempat tidurnya hanya dievakuasi sementara di depan pintu masuk RS, bagian pintu belakang dan halaman parkir kantor manajemen RS.

Pantauan media ini, ratusan pasien RSSH harus menjalani perawatan darurat di luar ruang perawatan setelah dievakuasi keluar pasca gempabumi 5,2 SR ditemani dokter dan perawat serta keluarga. Bahkan salah satu pasien beberapa saat sebelum gempa baru saja melahirkan dan terpaksa harus selamatkan diri karena takut reruntuhan bangunan. 

Sekkot Latuheru katakan, pasien di RSSH aman tak ada masalah hanya memang terkendala karena keterbatasan halaman atau area RS untuk evakuasi pasien. Maka telah diinstruksikan BPBD agar menyediakan tenda darurat sementara di jalan raya bagian belakang RS untuk dapat digunakan pasien dalam perawatan medis.

“Nanti kita juga pantau di RSUD dan RS Bakti Rahayu. Mungkin di RSSH sini akan tutup jalan sementara bagian belakang sebab dipakai lokasi tenda darurat bagi pasien. Kami minta masyarakat bisa pahami kalau lokasi disini disekat dan macet sebab harus evakuasi pasien yang masih dirawat,” tukasnya.

Selain ke RS, disebutkan Latuheru, dirinya juga memantau lokasi padat dan macet di beberapa ruas jalan seperti di depan Polda Maluku Batu Meja, Poskota, Trikora. Bersama warga diatur arus lalu lintas agar lancar dan aman pada titik-titik itu. Hanya Batu Merah yang memang padat merayap akibat padatnya kendaraan maupun lautan manusia yang evakuasi diri ke puncak ketinggian. Tapi sudah lancar dan lenggang.

“Masyarakat Ambon harus diakui sudah paham betul evakuasi diri pasca gempa dan tanggap darurat. Hanya masih panik dan cepat termakan isu. Maka himbauannya apa yang sudah disosialisasi tentang cara menyelematkan diri diikuti serta harus cek info BMKG supaya jelas dan tenang,” tutupnya. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *