by

Dinsos Hanya Ganti Rugi Pemilik Rumah Korban Kebakaran, Tidak Kos-kosan

AMBON,MRNews.com,- Dinas Sosial (Dinsos) Kota Ambon hanya akan mengganti rugi senilai Rp 15 juta bagi pemilik rumah yang menjadi korban kebakaran dibeberapa titik di Kota Ambon dan tidak untuk warga yang kos-kosan.

Diketahui, beberapa waktu terakhir ini, kebakaran hebat melanda sejumlah kawasan di Kota Ambon, diantaranya kawasan Soabali Kelurahan Waehaong dengan menelan dua (2) korban jiwa, rumah kos dan kendaraan hangus dilalap api, serta di kawasan Air Besar Ahuru Desa Batu Merah.

“Untuk tanggap darurat sudah kita beri makanan siap saji. Sesudah itu giliran katong beri beras, minyak, kompor dan peralatan masak. Nanti kemudian kita beri ganti rugi Rp 15 juta untuk pemilik rumah. Banyak kos-kosan yang korban di Soabali,” terang Kepala Dinsos Ambon Nurhayati Jasin.

Ditegaskan Jasin, bantuan ganti rugi Rp 15 juta hanya untuk pemilik rumah. Karena sesuai aturan, korban kebakaran yang punya rumah tinggal, dapat ganti rugi 15 juta. Itu bantuan paten dari pemerintah kota (Pemkot) Ambon bagi setiap korban kebakaran yang memiliki rumah tinggal tetap.

“Kalau yang warga Kos-kosan itu kita hanya kasih perhatian waktu tanggap darurat saja. Setelahnya itu tanggungjawab yang punya rumah melihat mereka,” tandasnya kepada awak media di Baileo Rakyat Belakang Soya, Selasa (23/11).

Sebenarnya, bagi mereka yang kos-kosan namun jadi korban kebakaran sambungnya, harus cari tempat kost lain, karena kamar kostnya terbakar.

Namun khusus di Soabali, Pemkot tentu tidak meninggalkan mereka begitu saja dan masih tetap memasang tenda darurat di dekat TKP untuk mereka tinggal sementara, sambil memikirkan tempat tinggal selanjutnya.

“Tenda darurat itu sebenarnya diperuntukkan untuk tanggap darurat. Karena kos-kosan terbakar otomatis harus cari tempat tinggal lain karena itu bukan rumah mereka, hanya sewa bulanan,” jelasnya.

Dinsos akuinya, sudah sosialisasi dan himbau untuk hal itu dilakukan. Karena tidak ada bantuan ganti rugi dari Pemkot untuk warga kos-kosan.

Dirinya mencontohkan,
kasus tersebut serupa dengan kebakaran yang terjadi dua tahun lalu di kawasan Sedap Malam belakang Gedung Perpustakaan Provinsi Maluku, yang malah lebih banyak warga kos-kosan.
Dimana penanganannya sama karena aturannya memang sama, begitu.

“Pemerintah membayar ganti rugi hanya bagi pemilik rumah. Kalau tempat kos yang tidak ada pemilik tinggal disitu, kita juga tidak bantu. Tapi kalau ada, jelas kita ganti rugi senilai Rp 15 juta. Demikian juga kasus kebakaran di kawasan Ahuru Arbes,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed