by

Dinkes Fokus Kejar Vaksin Dosis Kedua

AMBON,MRNews.com,- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon saat ini selain fokus melakukan vaksinasi door to door, tetapi juga ingin mengejar capaian vaksin dosis kedua warga kota yang baru mencapai 30-an persen.

“Vaksin dosis kedua masih agak jomplang atau dibawah dengan vaksin dosis pertama yaitu 85 ribu lebih atau sekitar 30 persen. Kalau nasional kan 66 persen dan 40 persen, atau sekitar 20-an persen. Jadi memang dia bermain sekitar itu,” tandas Kepala Dinkes Ambon Wendy Pelupessy.

Tingkat persentase itulah kata dia, yang menjadi tanggungjawab mengejar. Petugas Dinkes seluruhnya dari Puskesmas sudah mulai door to door, rumah ke rumah. Tapi memang masih ada saja masyarakat yang menolak vaksin.

“Vaksin door to door itu tidak boleh kita paksa. Tapi dengan segala inovasi-inovasi yang akan dibuat demi mencapai sasaran itu. Besok akan dilakukan vaksinasi massal di lapangan merdeka dengan target 1000 orang,” bebernya.

Tidak hanya untuk dosis pertama namun sambungnya, juga dosis kedua dan semua jenis vaksin yang disiapkan Dinkes. Jadi ketika yang bersangkutan suntik pakai Sinovac, otomatis suntikan kedua harus Sinovac. Demikian juga AstraZaneca.

“Tapi ketika dia baru mau suntikan dosis pertama, maka kita bisa suntik pakai vaksin Moderna atau Fisser,” ungkapnya kepada awak media di Balaikota Ambon, Senin (6/12/21).

Menurut Pelupessy, pihaknya tetap lakukan vaksin dosis pertama, karena suntikan belum 100 persen. Disamping tetap menggiatkan atau mencari inovasi lain agar bagaimana persentase dosis kedua bisa naik.

“Apakah lewat door to door. Atau nanti ada dari Satgas Covid-19 memberlakukan untuk seluruh pengurusan di pemerintahan menggunakan dosis kedua, entahlah. Karena langkah-langkah itu yang bisa buat kita mencapai target dosis kedua,” cetusnya.

Dibeberkan Pelupessy, warga kota Ambon yang sudah mendapat vaksin dosis pertama sebanyak 235.236 orang atau 85,79 persen. “Mudah-mudahan besok sudah dapat 86 persen,” jelasnya.

Sedangkan dosis kedua baru mencapai 142.579 atau 52,0 persen. Sementara untuk tenaga kesehatan (Nakes) yang sudah divaksin sebesar 44,1 persen atau 1.991 orang. Anak sekolah usia 12-17 tahun mencapai 85,2 persen.

“Jadi seluruh dosis yang sudah disuntikkan pertama, kedua dan ketiga, itu sebanyak 379.806 dosis. Untuk kategori warga lanjut usia (Lansia) baru mencapai 62,8 persen. Itu Lansia yang memang agak stagnan,” urai Pelupessy.

Khusus vaksin door to door ditambahkan, rata-rata per hari jumlah warga yang berhasil divaksin berkisar antara 80-100 orang di Desa/Kelurahan.

“Namun juga tidak bisa dinafikan, ada 30 atau 40 orang. Tergantung juga dari banyaknya tim yang turun dan kadang-kadang tim turun, tapi tiba-tiba mereka tidak ada di rumah, juga soal,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed