by

Dinkes Evaluasi Penghambat Operasi Urologi

-Kota Ambon-351 views

AMBON,MRNews.com,- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ambon akan melakukan evaluasi terhadap berbagai masalah yang menghambat proses operasi bedah urologi yang dilakukan tim dokter Vlissingen seminggu ini di RSUD dr Haulussy-Ambon. Untuk kedepannya semakin lebih baik.

Berbagai kendala itu menurut Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Ambon Wendy Pelupessy diantaranya masalah sarana prasarana di ruang operasi yang harus ditingkatkan karena alat operasi kadang macet atau mandek, listrik bermasalah. Belum lagi ruang operasi hanya satu yang digunakan dari dua yang diharapkan. Satu ruangan dipakai RSUD untuk operasi lain.

“Kendala atau masalah itu yang mungkin terhambat dalam jumlah pasien yang dioperasi tidak banyak. Tapi kemampuan dua dokter urologi dengan jumlah pasien dioperasi sebanyak ini sangat luar biasa. Nanti sebentar atau besok usai tim operasi, malam kami akan evaluasi lagi untuk langkah-langkah kedepan pada tahun depan seperti apa,” tukasnya kepada awak media.

Hingga hari ini menurutnya, meski ada kendala tapi 64 pasien berhasil dioperasi, sedangkan 20 pasien terjadwal besok. Dimana tim dokter Urologi sehari melakukan operasi 8-10 pasien. Sedangkan 10 pasien yang sudah discreening tapi batal operasi, akan mendapat prioritas tunggu tahun depan. Dari pemeriksaan awal atau screening 190 orang yang lolos.

“10 orang itu sudah tidak masuk didalam indikasi yang memang dioperasi sehingga sudah disingkirkan. Mereka nantinya bakal masuk tahun depan untuk operasi dan menjadi prioritas dalam daftar tunggu. Sebab usai screening, tidak semua bisa diselesaikan dalam tahun ini. Mereka siap dioperasi awal di tahun depan, meski ada pendaftar,” jelasnya, Rabu (12/2/2020).

Dalam proses operasi seminggu itu, diakui Wendy, pihaknya mendahulukan penduduk kota Ambon, sesuai antrian dan terbatas karena memang Sister City-nya adalah Ambon-Vlissingen.

“Misalnya yang sudah terlanjur daftar diawal-awal, itu tetap dilayani. Ada 5 orang yang dioperasi warga dari Maluku Tengah,” tuturnya.

Meski ada sedikit kendala, dirinya berharap, proses operasi dapat berjalan baik dan lancar hingga akhir. “Kita semua berdoa semoga semuanya lancar sampai selesai. Apa yang kita lakukan ini, tentu hasil dari ronda-ronda Pemkot ke Belanda guna memperkuat Sister City Ambon-Vlissingen, dan bagi kepentingan masyarakat kota Ambon,” imbuhnya.  (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed