by

Digusur, Pedagang Malah Berjualan Ditengah Jalan

AMBON,MRNews.com,- Penggusuran pedagang di Pasar Mardika dalam rangka revitalisasi pasar terus dilakukan dinas perindustrian perdagangan (Disperindag) kota Ambon sejak Selasa (22/9).

Masuki hari ketiga, Kamis (24/9), sejumlah pedagang yang digusur terpaksa memindahkan dagangannya di jalan raya untuk berjualan. Aktivitas itu pun membuat arus kendaraan macet panjang.

Menurut Husni, pedagang sayur, langkah itu sebagai protes kepada pemerintah karena lapak mereka telah “diratakan”. “Katong mau bajual dimana lai, sudapa bongkar. Terpaksa bajual dijalan jua supaya laku,” ujarnya.

Senada, Mirna, pedagang ikan juga mengaku terpaksa berjualan dijalan raya karena aktivitas pembongkaran pada tempat jualannya. “Mau bagaimana lai, bagini sudah bajual di jalan raya saja,” bebernya.

Sekretaris Indag kota Ambon Janes Aponno mengaku, langkah ini sudah ditempuh dan tidak tahu dengan keadaan pedagang karena lokasi relokasi sudah disediakan dan selanjutnya bisa menempati sesuai undian. Pihaknya pun tidak bisa pikirkan pedagang punya penerimaan.

“Kita siapkan tempat disana nanti pembeli akan cari, pembeli cari barang bukan barang cari pembeli. Karena mereka ini tidak taat asas, kepala batu. Harusnya mereka pindah disana. Kita tidak bisa mau ikut satu-satu punya mau lalu kapan ini pasar dibangun,” sesalnya.

Apa yang pemerintah buat sebutnya, untuk kepentingan pedagang juga agar pasar bersih dan indah agar kedepan bisa berjualan nyaman. Karena itu, tidaklah mungkin mendengar masing-masing orang punya pikiran. Bahkan sebenarnya lokasi ini harus ditutup karena pasarnya sudah tidak layak.

“Segala sesuatu harus enak saja disitu lalu kapan dibangun. Kita tidak bisa ikut mereka punya pikiran saja tidak boleh, kita tetap bongkar. Adanya pembongkaran ini sudah harus mengambil langkah untuk pindah di mereka punya lokasi yang sudah ditentukan,” tegas Aponno. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed