Diguncang Gempa, Kepala BNPB Datangi Ambon Besok

AMBON,MRNews.com,- Pasca gempa berkekuatan 6,8 SR pada 08.46 Wit pada 9km Tenggara Kairatu dan 32 km Selatan Kairatu SBB, Kamis (26/9/19) yang menelan korban jiwa, rumah dan bangunan ambruk serta ribuan orang mengungsi ke dataran tinggi baik di kota Ambon, kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) maupun kabupaten Maluku Tengah (Malteng), memantik perhatian kepala badan nasional penanggulangan bencana (BNPB) RI Letjen TNI Doni Monardo.

Moenardo pun dipastikan bakal langsung datang besok, Jumat (27/9/19) guna berkoordinasi dengan pemerintah daerah provinsi maupun kabupaten/kota dan melihat dampak gempa itu pada ketiga daerah tersebut. Kepastian datangnya mantan Pangdam XVI/Pattimura itu diungkapkan wakil walikota Ambon Syarif Hadler.

“Besok kepala BNPB Letjen TNI Doni Moenardo, pa Walikota dan Gubernur akan tiba di Ambon dari Jakarta, dan kita akan koordinasikan lebih lanjut dengan data-data yang telah kita update malam ini dalam rapat koordinasi terbatas antara pemerintah kota (Pemkot) dengan stakeholder terkait,” ujar Hadler kepada awak media di kantor RRI Ambon, Kamis (26/9/19).

Sebabnya malam ini kata Hadler, Pemkot dan sejumlah stakeholder berkepentingan akan melakukan rapat koordinasi di kediaman Wawali Karang Panjang untuk mengecek atau update perkembangan terakhir tentang kerusakan berat maupun sedang akibat gempa, korban dan dampak gempa lainnya sehingga nantinya dapat diinformasikan kepada masyarakat secara jelas dan akurat serta dilaporkan kepada kepala BNPB.

“Korban luka-luka kita belum mendata secara pasti. Tetapi untuk korban meninggal data terakhir ada tiga orang yakni Narti Rumain (pegawai Rektorat IAIN Ambon), Mateis Frans warga Nania dan satu anak di Lembah Argo Passo umurnya 1,5 tahun. Untuk kerusakan berat, belum bisa disampaikan karena belum valid dan masih update. Soal titik pengungsian, sepanjang kami pantau ada di Karang Panjang, lapangan Hatukau Galunggung, Galala, Lateri dan beberapa tempat lain yang sebentar nanti akan diupdate dalam rapat. Kami sudah datangi untuk beri pencerahan dan himbauan

Pemkot Ambon sebut Hadler lantas menghimbau masyarakat agar tidak panik dan terpengaruh dengan info-info yang tidak benar alias hoax yang menyebar di media sosial apapun. Sebab informasi akurat soal bencana alam baik gempa maupun tsunami diharapkan hanya mengacu kepada BMKG sebagai pihak berkompeten. Sepanjang itu bukan dari BMKG, agar jangan percaya.

“Semua informasi diluar itu bohong dan sesat. Gempa besar memang pagi tadi, tapi susulan terus terjadi. Hanya kekuatannya semakin hari semakin menurun dan pastinya akan kembali pada titik normal lagi,” kuncinya. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *