Digagalkan, Mobil Alphard Milik Farahdiba Dikirim Balik ke Ambon

AMBON,MRNews.com,- Penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku terus melakukan pengembangan penyelidikan kasus dugaan pembobolan bank BNI KCU Ambon dengan tersangka Farahdhiba Yusuf (FY), mantan wakil kepala BNI Cabang Ambon.

Salah satunya Penyidik saat ini sedang melakukan pelacakan terhadap harta benda atau asset Farahdhiba yang diduga berasal dari hasil kejahatan dan diduga masih disembunyikan.

Hasilnya, tim pengejar asset telah berhasil melacak dan menemukan asset milik Farahdhiba Yusuf lainnya berupa satu unit mobil Toyota Alphard warna hitam tahun pembuatan 2019 berplat putih DE 537 XX di pelabuhan Tanjung Perak-Surabaya. Dimana sesuai dengan dokumen yang didapat, mobil tersebut dibeli pada bulan Mei 2019 dari salah satu Dealer Toyota di Jakarta.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M Roem Ohoirat katakan, barang bukti (BB) mobil tersebut sempat disembunyikan oleh tersangka Farahdhiba dengan mengirimkan mobil tersebut ke temannya di Surabaya melalui ekspedisi PT.SPIL Ambon. Namun atas kesigapan tim pelacak, mobil tersebut berhasil ditemukan dan diamankan tim di Depo 6 Teluk Bayur-Tanjung Perak Surabaya di penyimpanan konteiner PT.SPIL.

“Saat ini tim sedang lakukan proses pengiriman kembali BB mobil tersebut dari Surabaya menuju ke kota Ambon secepatnya. Direncanakan hari Jumat nanti (15/11) BB mobil itu sudah tiba di Ambon untuk selanjutnya diamankan di Ditreskrimsus Polda Maluku,” beber mantan Kapolres Maluku Tenggara kepada awak media di ruang kerja, Rabu (13/11/19).

Tim penyidik sebutnya, bekerja siang malam tanpa pamrih untuk mengungkap kasus ini sejelas-jelasnya dan tentu akan diungkap ke publik. Karenanya, dihimbau kepada masyarakat apabila mengetahui aset-aset milik tersangka FY agar dilaporkan kepada satuan kepolisian terdekat. Serta sebaiknya ketika ingin melakukan transaksi, langsung datangi bank dan ikuti proses resminya, tanpa lewat siapapun.

“Bagi siapapun yang merasa dirugikan oleh FY agar melaporkan kepada Kepolisian. Apabila ingin bertransaksi perbankan maka langsung datang ke bank dan melakukan transaksi secara resmi. Jangan percaya bujuk rayu dari siapapun apalagi dengan iming-iming cash buck ataupun janji akan mendapatkan bunga bank yang tidak biasa,” ajak pejabat Polda Maluku berpangkat tiga melati di pundak.

Sampai saat ini tambahnya, nasabah BNI yang melaporkan dan dimintai keterangan sebagai saksi karena dananya diduga dibobol oleh Faradiba Yusuf (FY) sebanyak 33 orang. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *