by

Delegasi GAMKI MBD “Curhat” Problem Daerah di Kongres

-Kab.MBD-108 views

AMBON,MRNews.com,- Delegasi DPC GAMKI Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) punya misi khusus di Kongres Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) XI di Jakarta untuk menyampaikan alias curhat tentang problem daerah secara umum di Maluku khususnya yang ada di bumi Kalwedo, dan itu telah dilakukan dengan harapan dapat didengar dan diperhatikan.

Kepada media ini lewat seluler, ketua DPC GAMKI MBD Alberth Efraim Kofit mengaku, saat sesi I studi meeting Kongres GAMKI pihaknya menekankan pentingnya mengelola dan mengkonsolidasi Indonesia yang bersatu dengan pemerataan ekonomi dan kesejahteraan. Sebab membangun Indonesia yang bersatu, adil dan damai, harus diikuti distribusi kebijakan ekonomi dan pembangunan yang merata dan menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Kami di Maluku Barat Daya kental dengan jargon “Garuda Indonesia di dada kami, tetapi perut kami di Timor Leste. Masyarakat di Maluku Barat Daya khusus di Pulau Wetar masih lebih gampang ‘mencari makan’ (memenuhi kebutuhan pokoknya) di Timor Leste ketimbang di Indonesia. Itu suatu fakta yang tidak bisa terbantahkan karena kurangnya perhatian negara termasuk provinsi bagi kawasan perbatasan,” ujar Kofit, Jumat (2/8/19).

Karena itu, pihaknya minta agar negara harus hadir untuk memberi ruang lebih besar bagi terciptanya keadilan dan pemerataan. Sebab masyarakat sangat membutuhkan kehadiran negara lewat sejumlah kebijakan pembangunan dan program yang mensejahterakan masyarakat di wilayah perbatasan di MBD yang merupakan Teras NKRI.

Salah satunya, diakui Kofit, keinginan agar kebijakan bahan bakar minyak (BBM) satu harga di bumi Kalwedo, MBD. Maka harapannya, negara mengikat Indonesia dengan moda dan armada transportasi antar pulau yang memadai. Selain itu fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan mesti mendapat perhatian, sebab faktanya masyarakat banyak yang berobat di Timor Leste, bukan diibukota Kabupaten.

“Harapan kami sederhana, pemerataan dan keadilan tercipta ketika negara hadir dengan kebijakan program yang berpihak pada semua masyarakat tanpa kecuali termasuk Maluku khususnya MBD. Kami bersyukur, delegasi DPC GAMKI MBD sudah berkesempatan sampaikan pikiran atau curhat itu kepada para narasumber bapak Farry Djemi Francis, Ketua Komisi V DPR RI dan bapak Kapolri yang diwakili Dir BIMAS Polda Metro Jaya di forum yang akbar itu,” papar ketua klasis GPM Lemola itu.

Sesungguhnya, jika ingin membangun Indonesia yang bersatu maka menurut Kofit, Indonesia tidak perlu banyak belajar dari negara luar, tapi mesti belajar dari daerah-daerah di Indonesia yang masih sangat kuat mengelola persatuan dengan kearifan lokalnya.

“Dengan mekanisme dan kekuatan budaya lokal di masing-masing daerah mampu mengelola perbedaan dan kemajemukan, seperti kami di Maluku khususnya MBD. Meng-Indonesia yang damai dan bersatu, kita mesti belajar dari nilai-nilai luhur bangsa pancasila dan kearifan lokal yang mampu mengikat rasa cinta terhadap persatuan Indonesia,” tutupnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed