by

Data Gustu Provinsi Soal Pasien COVID-19 “Amburadul”

-Maluku-803 views

AMBON,MRNews.com,- Kerja keras Gugus Tugas (Gustu) Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Maluku untuk menekan laju bahkan memutus mata rantai penyebaran COVID-19 khususnya diwilayah zona merah, patut diapresiasi.

Namun, dari aspek data pasien COVID-19, kali ini kerja Gustu provinsi Maluku termasuk kabupaten/kota dinilai “amburadul” karena tidak saling crosscek data sebelum terpublikasi.

Bagaimana tidak, sesuai data infografis yang dirilis Gugus Tugas COVID-19 Maluku cluster kesehatan hari ini, Selasa (19/5) pukul 12.00 WIT, tercatat sudah mencapai 118 kasus terkonfirmasi positif. Dengan 21 jiwa sembuh, 7 orang meninggal dan 90 orang dalam perawatan.

Dimana penyebaran kasus positif terjadi pada Kota Ambon 80 kasus, Maluku Tengah 5 kasus dan Kabupaten Buru 5 kasus. Dengan pasien dalam pengawasan (PDP) 32 jiwa dan orang dalam pemantauan (ODP) 50 jiwa. Data Gustu kota Ambon, malah 78 kasus terkonfirmasi (dirawat).

Naiknya angka kasus hari ini menjadi 118, merujuk dari data Gustu Maluku karena terjadi penambahan 9 kasus termasuk diantaranya 1 orang meninggal dunia. Dimana itu berasal dari Kota Ambon 5 orang (plus 1 meninggal terakhir yang Swab positif) dan tiga (3) orang dari Maluku Tengah (Malteng). Sehari sebelumnya di Malteng masih 2 kasus.

Namun, data berbeda juga datang dari Gustu Maluku sebagaimana yang dirilis oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Maluku Melky Lohy kepada awak media dalam press confrence di lobby kantor Gubernur Maluku, Selasa (19/5) sore.

Dalam penjelasannya, Lohy mengungkapkan, berdasarkan data hari ini Selasa 19 Mei 2020, total orang yang terkonfirmasi positif adalah 118 orang. Bertambah 9 kasus, 1 meninggal di RS GPM beberapa hari lalu. Sedangkan 8 kasus bertambah hari ini dan semua dari Kota Ambon dan sementara ada di LPMP Maluku.

“Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada teman-teman berkaitan dengan kodefikasi 8 orang termasuk 1 meninggal, kami belum bisa memberikan kodefikasi. Tetapi inisialnya akan kami sampaikan. Karena data kodefikasi masih disiapkan oleh BTKL-PP Ambon,” kata Lohy.

Dituturkan mantan Plt Kadisnakertrans Maluku itu, inisial 9 pasien terkonfirmasi terbaru adalah NW (60) perempuan, N (23) perempuan, KUD (14) perempuan, AT (40) laki-laki, CJ (23) laki-laki, WFP (60) laki-laki, A (16) laki-laki, SF (19) perempuan, RWL (61) pasien yang meninggal.

Letak berbedanya, karena data rilis yang dibacakan menyebut penambahan 9 orang dari Kota Ambon, sedangkan data infografis Gustu Maluku tercatat Kota Ambon 5 orang (plus 1 meninggal) dan Malteng 3 orang.

Terhadap adanya perbedaan data itu, Ketua Harian Gustu COVID-Maluku Kasrul Selang yang dikonfirmasi via WhatsApp, Selasa (19/5) malam malah balik bertanya.

“Ada Malteng ya?,” tanya dia. Lalu disinggung penambahan tiga kasus dari mana dan inisialnya yang mana sesuai rilis data, Kasrul merespons. “Malteng total su lima, su dari kemarin2,” ujarnya dalam dialek Maluku.

Tak berselang lama, karena sepertinya sudah merasa ada kesalahan, Kasrul berupaya jelaskan. “Coba bt cek akang e, jangan2 ada pasien di RSU yang orang di P. Haruku dong kase masuk di kasus Malteng,” tuturnya.

Kemudian, Kasrul mencoba memberi alasan dengan salah satu contoh kasus.

“Biasanya data kaluar bagini orang Ambon protes, bukan penduduk katong. Mungkin kerja di RSU tapi tinggal di Natsepa atau Waitatiri. Itu beta kasi contoh, maksudnya bukan dari RSU. Karena katong di provinsi ini dapat (data) misalnya dari RSU, dari Waihaong. Yang paleng tahu alamat lengkap khan dong di kota. Ternyata begini dorang KTP-nya bukan KTP Ambon. Kasusnya begitu. Makanya beta suruh dong kasi rapi dulu lah,” cetusnya.

Dilanjutkannya, kalau sudah sampai di RT/RW itu domain di kabupaten/kota. Sebab provinsi terima berdasarkan data dari BTKL saja. “Oh ini data bawa dari RSUD, darimana begitu-begitu,” imbuh mantan Kadis PRKP Maluku.

“Makanya beta ada bilang dong coba lihat inisial Malteng yang di Ambon. Nanti dong kasi rapih akang ulang. Nanti dong kirim. Inisial khan su ada, tinggal dilihat saja mana Malteng dan Ambon. Cuma nanti daerahnya saja. Karena dong di Ambon itu seng mau, kalau bukan KTP Ambon. Nanti katong coba cek itu daftarnya dimana,” tutupnya.

Hingga berita ini tayang, Kasrul dan Gustu Maluku belum dapat “beberkan” perbedaan data tersebut secara benar dan jelas. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed