by

Danrem Tinjau Lahan yang Akan Dibangun Kodim di SBB

AMBON,MRNews.com,- Danrem 151/Binaiya Brigjen TNI Arnold A.P. Ritiauw meninjau tanah milik Kodam XVI/ Pattimura yang akan dibangun Kodim sesuai dengan Pal (Patok Tanah) peninggalan Belanda di Desa Piru Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Kamis (3/12/20).

Danrem memeriksa kelengkapan surat-surat kepemilikan tanah milik Kodam yang dibawa Zidam dan pegangan Koramil 1502-07/Piru. Kemudian Permenahan 2109 bahwa perijinan penggunaan tanah milik Kodam XVI/ Patimura harus seijin Danrem, bukan Danramil atau Dandim.

Dalam kunjungannya di Makoramil 1502-07/Piru, Danrem didampingi Pabung Kodim 1502/Masohi Mayor Inf. Mado, Pabung Kodim Persiapan SBB Mayor Inf. Sinaga, Danramil 1502-07/Piru Kapten Inf. A. Prabowo.

Selain meninjau lokasi untuk pembangunan Kodim, Ritiauw juga bertatap muka dengan Camat Seram Barat, Pejabat Desa Piru, BPD beserta staf dan kepala dusun.

Danrem meminta Danramil 1502-07/Piru agar melakukan pendekatan lagi kepada masyarakat yang masih mendiami lokasi tanah Kodam XVI/ Pattimura. Karena diharapkan saat pembangunan Kodim nanti tidak ada permasalahan yang terjadi.

“Saya datang untuk menegaskan tentang lokasi pembangunan Kodim SBB, dan ada rencana pembangunan Kodim ditanah Kodam XVI/Patimura peninggalan Belanda,” sebut Jenderal TNI Bintang Satu itu.

Danramil 1502-07/ Piru juga kata Danrem, agar menghubungi lagi mantan Danramil terdahulu agar diketahui siapa yang memberi ijin masyarakat untuk membangun rumah dan tinggal ditanah Kodam tersebut.

“Tanah yang sudah tersedia untuk dibangun Makodim dan perumahannya yaitu 2 Hektar di Dusun Wailuang, masih kekurangan 3 hektar. Sisa 3 hektar itu rencananya mau Kodam gunakan tanah milik Kodam yaitu tanah bekas Tangsi Belanda untuk dipakai Kompi Yonif 731/Kabaresi,” ucap Danrem.

Merespons Danrem, Camat Seram Barat mengaku pihaknya tetap mendukung rencana pembangunan Makodim dan perumahannya di Kecamatan Seram Barat dan diharapkan pemerintah Desa Piru dapat bekerjasama dengan baik.

Pejabat Desa Piru Rianto Manupasa menambahkan, sudah menjadi polemik di Desa, bahkan awal tahun 2020 dalam rapat dengan BPD dan Koramil 1502-07/Piru, terdapat beberapa perbedaan pendapat yaitu tua-tua adat dan saniri mengakui tanah itu merupakan tanah Ulayat Negeri Piru.

“Maka perlu dibicarakan ulang dengan pihak negeri Piru untuk dicari jalan keluarnya. Intinya pemerintah desa tetap mendukung pembangunan Makodim di Desa Piru. Akan kami rapat dengan tua-tua adat, BPD dan Saniri untuk mencari solusi bagi rencana pembangunan Makodim SBB,” tandasnya.

Lebih lanjut kata Danrem, Kodam XVI/ Patimura tidak semena-mena karena memiliki bukti kepemilikan yang sah secara perdata tentang kepemilikan tanah tersebut karena berdasarkan UU no. 60, semua peninggalan zaman Belanda dikuasai APRI (Angkatan Perang Rebublik Indonesia).

“Yang kita gunakan ini tanah peninggalan Belanda dan Kompi Yonif 731/ Kabaresi. Ada jawaban dari Desa Piru tahun 1982 bahwa pemerintah negeri Piru sudah menyerahkan tanah tersebut kepada ABRI,” tegas Danrem lewat rilisnya Jumat (4/12).

Dibangunnya Kodim di Piru tambah Ritiauw, akan memberi kemajuan bagi Desa Piru khususnya dan Kabupaten SBB umumnya seperti peningkatan ekonomi karena adanya siklus perputaran uang. Kemudian prospek alokasi penerimaan calon anggota TNI AD baik bintara dan tamtama bagi Kodim SBB bisa lebih banyak. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed