Creativity & Art, Cara GMKI Ambon Peringati IWD 2019
AMBON,MRNews.com,- Panggung creativity dan art (kreatifitas dan seni) di Tribun Lapangan Merdeka bertemakan Gerak Bersama, adalah cara Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Ambon memperingati International Women’s Day (IWD) atau hari perempuan internasional tahun 2019, Jumat (8/3/19) malam.
Panggung creativity dan art, diisi dengan lafasan puisi-puisi yang dibacakan secara bergantian, teatrikal, rapper, drama, musik hingga monolog, diperankan oleh pengurus dan anggota GMKI Cabang Ambon terutama para srikandi rumah biru. Dengan narasi atau pesan khusus yang ditampilkan dari setiap kreatifitas dan seni tersebut. 
Ketua GMKI Cabang Ambon, Almindes Syauta dalam kesempatan tersebut mengatakan, maksud daripada panggung kreatifitas dan seni yang dilakukan ini adalah semata-mata GMKI Cabang Ambon ingin memberi penegasan bahwa perempuan bukan hanya bisa didapur untuk memasak, mencuci dan tugas umum perempuan lainnya, namun perempuan juga bisa berekspresi, berkreasi serta berkarir. Artinya, keadilan gender penting diwujud nyatakan dan publik harus memberi ruang pengakuan atas semua itu, karena faktanya perempuan saat ini banyak menjadi penentu kebijakan pada berbagai level.
Apalagi kalau dilihat, pengambil kebijakan sekarang banyak kaum perempuan. Ada ruang politik 30 persen keterwakilan perempuan pada calon legislatif, banyak anggota DPRD-DPR-RI juga perempuan, kepala daerah-wakil kepala daerah pun banyak terdapat kaum perempuan, bahkan menteri Kabinet kerja sekarang, persentase keberadaan perempuan banyak dibanding periode sebelumnya. Artinya kesadaran terhadap peran perempuan telah terbuka.
“Jangan pernah dikekang kebebasan perempuan. Hari ini Indonesia sudah menerima akan emansipasi wanita, yakni menempatkan perempuan punya peran sejajar dengan kaum laki-laki. Perempuan jangan lagi terintimidasi, terdiskrimasi dengan dunia. Haruslah para lelaki di dunia memahami perempuan karena mereka juga ingin dimengerti,” terang alumnus FISIP Unpatti itu.
Tak hanya panggung kreatifitas dan seni, menurut Syauta, GMKI Cabang Ambon juga akan melakukan aksi damai simpatik besok (hari ini-red), untuk menyuarakan dan mendesak agar para pengambil keputusan di bidang politik (DPR-RI) bisa segera mengesahkan RUU penghapusan kekerasan seksual (PKS). Yang dimana bisa melindungi dan menjaga harkat dan martabat perempuan.
Serta menyuarakan hak-hak perempuan lainnya agar pemerintah memastikannya, termasuk menurunkan angka kekerasan dalam bentuk apapun terhadap perempuan. Karena tanpa disadari, tingkat kekerasan pada perempuan di Indonesia bahkan di Kota Ambon masih intens terjadi.
“Perempuan jangan dijadikan objek kekerasan, jangan dijadikan modal perdagangan untuk kenikmatan seksual. GMKI Cabang Ambon ingin mengajak kita semua stop kekerasan terhadap perempuan. Harus ada kesadaran dan niat bersama seluruh elemen untuk maksud itu dan GMKI Cabang Ambon memberi otokritik bagi pemerintah dan pihak manapun agar kekerasan, ekspolitasi, intimidasi pada perempuan harus dilawan dan dihentikan. GMKI secara nasional pun serius melihat hal tersebut,” tutup Syauta. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *