by

Covid 19, Pemkot Minta Media Bantu Tangkal Hoax di Medsos

-Kota Ambon-213 views

AMBON,MRNews.com,- Pemerintah Republik Indonesia melalui Presiden Joko Widodo mengumumkan dua orang Warga Negara Indonesia (WNI) telah positif terjangkit Coronavirus Disease (Covid-19), Senin (2/3/2020) di Istana Negara-Jakarta. Kedua WNI itu pun sudah diisolasi di salah satu RS di Jakarta.

Semua daerah pun meresponsnya segera, dengan melakukan koordinasi lintas sektor terkait upaya penanangan Covid 19 dipintu-pintu masuk utama baik bandara maupun pelabuhan. Termasuk oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku dan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon.

Tak saja itu, dunia maya alias media sosial (Medsos) pun turut menjadi perhatian. Karena seringnya isu hoax berterbangan tentang covid 19 dan membuat ketakutan, kecemasan di publik. Pemkot Ambon pun meminta media atau wartawan dapat membantu menangkal berita hoax di Medsos.

“Pemerintah tentu tidak akan tinggal diam, terus memantau. Salah satu tugas media juga kita berharap bisa membantu pemerintah menginformasikan yang lengkap, jelas dan terang ke publik tentang Covid 19. Agar jangan sampai publik bertanya-tanya. Jangan menulis yang keras. Akhirnya orang jadi takut,” harap Sekretaris Kota Ambon A.G Latuheru kepada awak media VIP Room Balaikota.

Selain itu, memang diakuinya, tugas pemerintah juga untuk menjaga betul agar pemberitaan lebih soft. Sesuai dengan apa adanya. Salah satunya, soal pemanfaatan masker seperti dijelaskan Kadis kesehatan kota dan dr Daud, yang mestinya publik dicerahkan.

“Jadi bukan karena dikawasan itu ada orang suspect, lalu kita pakai masker. Tapi sebetulnya memakai masker kalau kita batuk atau pilek, itu bagus. Supaya apa yang ada pada kita itu kita sendiri menikmatinya. Sakit dikita, kita minum obat sembuh. Agar juga tidak menular kuman-kuman ke orang lain,” jelas Latuheru, Senin (2/3/2020).

Maka lanjut Latuheru, tidak perlu semua orang di Kota Ambon khususnya harus pakai masker. Namun sangat penting dan perlu diketahui adalah mengutamakan pola atau cara hidup sehat. Misalnya, mencuci tangan dengan sabun usai bersentuhan dengan orang atau benda-benda tertentu. Bukan sekali saja, tapi bisa dilakukan berulang kali.

“Jadi tugas media juga untuk menginformasikan kepada masyarakat agar jangan sampai nanti terpengaruh. Sebab Medsos pesannya sangat cepat sampai. Maka hal positif harus terus masuk. Dengar berita yang betul dari pemerintah ketimbang dengar atau baca informasi tidak benar dari Medsos,” bebernya yang didampingi Kasie Survailance dan Imunisasi Dinkes Maluku dr Daud Samal dan Kadis Kesehatan Kota Ambon dr Wendy Pelupessy. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed