by

Bupati MBD Didesak Beberkan Progress Empat Kesepakatan Blok Masela

-Kab.MBD-1,192 views

AMBON,MRNews.com,- Bupati Maluku Barat Daya (MBD) Benyamin Thomas Noach didesak untuk terbuka ke publik terutama masyarakat bumi Kalwedo soal upaya yang sudah dilakukan terhadap empat (4) poin kesepakatan antara pemerintah kabupaten MBD, Inpex dan SKK Migas Januari 2019 lalu tentang Blok Masela.

Pasalnya, Noach dinilai lambat dan terkesan tidak terlalu serius dalam proses itu. Padahal, Blok Masela berada di Pulau Marsela Kabupaten MBD. Berbanding terbalik dengan Bupati KKT Petrus Fatlolon yang malah gencar terlibat dalam pemanfaatan blok abadi itu dan mengklaim ada diwilayahnya.

Tokoh masyarakat MBD Jhon Uniplaita mengaku, sejak penetapan lokasi Blok Masela, hak masyarakat tidak disuarakan. Pihak-pihak yang seharusnya mengambil peran itu seperti Bupati dan DPRD kabupaten maupun provinsi dapil MBD tidak progresif dan serius memperjuangkan.

Karena dari catatan pertemuan antara Bupati (masih Barnabas Orno), Wabup yang adalah Bupati saat ini dan SKPD terkait, SKK Migas dan Inpex di ruang kerja Bupati Januari 2019, 4 kesepakatan terjadi ketika akan penentuan lokasi apakah Blok Masela di KKT atau MBD. Antara lain Pemda MBD tidak lagi mempermasalahkan lokasi Blok. Tetapi apa yang didapat masyarakat yang notabene blok ada di MBD.

“Kesepakatannya, Pemda MBD minta dibangun BLK bersertifikat internasional. Kemudian SKK Migas dan Inpex minta ketika beroperasi, Inpex membutuhkan lokasi untuk membangun galangan kapal. Karena tidak mungkin kapal-kapal yang operasi katakanlah di KKT rusak diangkut lagi diperbaiki jauh,” ujarnya di Ambon.

Hal lainnya sebutnya, Inpex melihat potensi daging di MBD cukup, sehingga mereka minta ketika Blok Masela beroperasi suplai daging ke perusahaan dari MBD. Terakhir, ketika pembangunan lokasinya di KKT, hasil survey mereka tidak ada batu yang memenuhi standar di KKT, hanya ditemukan di MBD. Sehingga diminta batu-batuan akan disuplai dari MBD yakni Pulau Wetar dan Babar.

“Itu empat poin kesepakatan. Pertanyaan kami, sejak awal 2019 hingga kini, apa langkah Pemkab & DPRD MBD serta Pemprov Maluku untuk mewujudkan keinginan masyarakat MBD terkait kesepakatan itu?. Sebab kami masyarakat tidak tahu apakah pasca kesepakatan itu sudah tindaklanjuti dengan Inpex dan SKK Migas atau belum,” tanya mantan Kapolres MBD itu kepada awak media, Jumat (19/6).

Sebab dari berita, informasi yang didapat, justru yang minta dibangunnya balai latihan kerja (BLK) itu Pemkab KKT, bukan MBD. “Kalau demikian, kami minta pertanggungjawaban wakil rakyat dan Pemkab, langkah yang sudah dilakukan dan permintaan Bupati KKT soal dibangunnya BLK,” pinta pensiunan Polri berpangkat AKBP itu.

Atas kegelisahan itu, bersama tokoh masyarakat MBD khususnya Pulau Babar dan Pulau Marsela, dirinya mintakan Bupati MBD termasuk DPRD terbuka memberi informasi kepada masyarakat progress atau langkah yang sudah dilakukan terhadap empat kesepakatan itu agar masyarakat tahu.

“Kalau bungkam, kesimpulannya tidak serius. Justru yang gencar KKT, pejabat di MBD hanya duduk manis. Mestinya bukan kita yang bersuara tapi mereka. Anehnya diam. Maka kini kami desak dan minta suara mereka lantang menuntut hadirnya Blok Masela dampaknya bagi masyarakat MBD apa. Sebab masyarakat pertanyakan atas klaim lokasi Blok Masela ada di Pulau Marsela MBD,” tukasnya.

Sikap diam itu lanjutnya, terbukti kala sosialisasi Amdal Blok Masela beberapa waktu lalu MBD tidak dilibatkan hanya KKT. Bahkan kabarnya, MBD tidak dilibatkan sama sekali dalam aktivitas hadirnya Blok Masela. Mungkin ada pelibatan tapi tidak pernah diketahui masyarakat dan muncul miss persepsi.

“Kami lahir di Pulau Marsela dan sejak kecil tahu kapan mulai survey untuk mendapatkan lokasi Blok itu. Mungkin belakangan baru orang tahu didapat tahun 80-90-an, tapi saya bisa pastikan survey sudah dari tahun 1970/1971. Mereka yang datang survey tinggal di kampung saya bersama pihak TNI-AL,” bebernya.

“Mungkin orang akan kaitkan dengan nama dan sebagainya sehingga dibilang tidak ada di MBD. Tapi saya berani bilang gas abadi blok Masela awalnya ditemukan dari Pulau Marsela. Mereka datang dan tancapkan alat-alat diarahkan ke laut arah Australia, dari situ baru mulai sekarang muncul,” sambungnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed