by

BSN Minta Pelaku Usaha di Maluku Terapkan SNI

AMBON,MRNews.com,- Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Kukuh S. Achmad berharap, makin banyak lagi pelaku usaha di Maluku khususnya UMKM yang menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) sehingga daya saing Indonesia Timur bisa sama dengan bagian barat.

Pasalnya, melalui Kantor Layanan Teknis (KLT) yang tersebar di 5 kota besar, yaitu Makassar, Palembang, Pekanbaru, Bandung, dan Surabaya, BSN membina dan mendampingi para pelaku usaha untuk menerapkan SNI.

“Saya harap, melalui sinergi antara KLT BSN di Makassar bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku, makin banyak lagi pelaku usaha di Maluku yang menerapkan SNI, khususnya UMKM,” harap Kukuh usai menandatangani nota kesepahaman dengan Gubernur Maluku Murad Ismail di Kantor Gubernur Maluku, Jumat (10/9/21).

Dikatakan Kukuh, guna meningkatkan daya saing pelaku usaha, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), saat ini BSN telah memiliki 5 KLT.

Lebih lanjut ditegaskan, target peningkatan penerap SNI harus diimbangi dengan tersedianya Lembaga Penilaian Kesesuaian (LPK) yang diakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN). LPK yang terakreditasi KAN dapat menjamin kesesuaian dan ketertelusuran standar yang sangat dibutuhkan dalam penerapan SNI.

“Selain berfokus membina pelaku usaha, KLT BSN bersama Pemerintah Provinsi Maluku juga harus bersinergi meningkatkan ketersediaan LPK di Maluku,” ujarnya.

Sementara, Ketua Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan Maluku (TGUPP) Hadi Basalamah akui, penandatanganan nota kesepahaman ini diharapkan dapat mensinergikan kegiatan dengan memanfaatkan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki dalam meningkatkan daya saing produk nasional yang berstandar nasional maupun internasional.

Saat ini, pemerintah mencanangkan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN), dimana sentra-sentra produksi seperti Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Seram Bagian Timur, dan Kabupaten Maluku Tenggara, dijadikan daerah penyangga utama ekspor perikanan nusantara.

“Hasil laut yang dihasilkan dari Maluku diantaranya Tuna, Cakalang, kerapu, Ikan Pelagis Besar, Ikan Pelagis Kecil, Ikan Demersal, Ikan Karang, Udang, Lobster, dan Cumicumi. Saya cukup bangga, salah satu UKM binaan BSN dari Maluku, yaitu UKM Nacha, telah berhasil meraih sertifikat SNI untuk produk abon ikan Cakalang,” tuturnya.

Ditempat serupa, Gubernur Maluku Murad Ismail berharap, BSN dapat mendampingi Pemprov untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui penerapan sistem manajemen mutu dan sistem manajemen anti penyuapan.

Sebab dengan potensi dan SDM yang ada, diyakini kerjasama yang terjalin dapat berperan besar dalam pengembangan SNI guna mengangkat kearifan lokal. Maka SNI yang telah ada juga perlu dikaji ulang agar selaras dengan perkembangan zaman.

“Di Maluku terdapat 9 laboratorium pengujian dan 1 lembaga inspeksi yang telah diakreditasi KAN. Saya berharap, sinergi baru ini juga dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi pembuatan SNI, meliputi usulan baru dan/atau revisi SNI terkait sektor unggulan daerah,” pungkasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed