by

BMW & GAMKI Maluku Bantu Penyintas Gempa di Malteng

AMBON,MRNews.com,- Usai kemarin berbagi kasih di Passo Transit dan Taeno Rumahtiga, ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Bung Michael Wattimena (BWM) bersama ketua DPD GAMKI Maluku Johan Rahantoknam, pengurus dan DPC Kota Ambon kembali berbagi rasa dengan warga penyintas gempabumi di Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) tepatnya di kampus Unidar Tulehu, warga jemaat kategorial Kabeth-Negeri Suli dan warga di Negeri Aboru, Sabtu (26/10/19).

Pantauan media ini, saat menyambangi kampus Unidar Tulehu yang dijadikan sebagai kawasan warga mendirikan ribuan tenda pengungsian, warga yang didominasi ibu-ibu, remaja dan anak-anak itu sukacita berbondong-bondong ingin melihat dari dekat bantuan yang dibawakan BMW dan rombongan, bahkan permintaan swafoto bersama mantan anggota DPR-RI dari partai Demokrat tak terelakan. Adapun berbagi kasih yang dilakukan BMW dan GAMKI di Tulehu dan dua lokasi lainnya berupa paket tikar, terpal, beras, susu, mie instan, minyak goreng, gula pasir dan teh celup.

“Kebetulan di kampus Unidar Tulehu bagian atas belum ada sentuhan sejak sebulan gempa. Maka lewat komunikasi dengan dua kawan warga Tulehu di Manokwari dan Jakarta, maka bersama GAMKI Maluku saya ingin berbagi kasih dan rasa dengan warga penyintas gempa. Memang bantuan ini tidak dapat memuaskan tapi ini rasa simpati dan empati kami bagi warga disini. Semoga dapat memberikan keringanan dan bermanfaat. Karena warga cukup banyak disini, saya tambah 10 juta. Nanti diatur koordinator sehingga bisa mencukupi semua. Saya pesankan, meski tinggal di tenda tetapi basudara harus tetap semangat,” ujar BMW.

Menurut mantan ketua umum GAMKI itu, sangat tidak elok manakala secara pribadi bisa aksi kemanusiaan atau berbagi rasa dengan saudara di wilayah Indonesia lainnya sementara di tanah kelahiran sendiri, tidak memiliki rasa peduli dan empati. Politisi Demokrat itu lantas berdoa agar gempabumi di Maluku yang sudah sebulan bisa segera berakhir. “Hidup dibawah tenda pengungsian sangat tidak menarik. Karena siang hari kena terik matahari dan malamnya betapa dingin. Sehingga tidak elok dibiarkan terus-menerus,” paparnya.

Salah satu warga Tulehu, Na Bakri Lestaluhu mengaku sangat bersyukur mendapat bantuan dari BMW dan GAMKI Maluku. Sebab hampir sebulan pasca gempa 6.5 SR, bantuan bagi warga sekitar belum diterima. “Terima kasih banya-banya lai. Senang sekali. Insya Allah kedepan dia (BMW) jadi orang supaya dia bisa lia-lia katong di Maluku. Semoga Allah kasih jalan yang terbaik bagi dia untuk katong juga di Tulehu,” ujarnya sumringah.

Terpisah, Raja Negeri Aboru Marthen Saiya juga berterima kasih dan sukacita karena ada perhatian dari BMW dan GAMKI Maluku bagi negeri 1001 doa, 1001 masalah Aboru yang sama sekali belum disentuh bantuan dari pemerintah baik kabupaten maupun provinsi. Hanya baru dari anak negeri Aboru di beberapa negara dan daerah serta warga Kristen di Canberra. Padahal ada 668 KK-2046 jiwa mengungsi dan menyebar di 13 titik.

“Kita disini pun sama sekali belum dapat pelayanan kesehatan dari pemerintah karena mereka alasan jalan atau akses. Sudah disampaikan tapi tidak direspons, padahal 78 rumah rusak. Kami harap jua pemerintah perhatikan ini karena kebutuhan. Apa mau tunggu orang meninggal baru ada pelayanan kesehatan? tidak mungkin. Selain kesehatan, kebutuhan mendesak itu tenda dan terpal,” papar Saiya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed