by

Besok, BTM di Ambon Buka Lagi, Skrining Empat Warna Berlaku

AMBON,MRNews.com,- Setelah ditutup hampir satu bulan tagal guru dan siswa di sejumlah sekolah terpapar Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Dinas Pendidikan (Disdik) bakal kembali membuka belajar tatap muka terbatas (BTM-T) mulai besok, Rabu (2/3) untuk SMP.

Kadisdik Ambon Ferdinand Tasso katakan, lewat koordinasi Disdik dan Dinas Kesehatan serta berbagai evaluasi yang dilakukan bersama para kepala sekolah pekan lalu, maka diambil kebijakan untuk BTM-T berjalan lagi bagi tingkat SMP dan SD.

“Mulai besok BTM-T berjalan lagi untuk SMP. Dan pekan depannya giliran SD dibuka,” tandas Tasso kepada awak media di Balaikota Ambon, Selasa (1/3).

Seiring dibukanya lagi BTM-T ini kata Tasso, maka pihaknya akan perketat sistem skrining melalui aplikasi PeduliLindungi yang memuat empat kategori berdasarkan warna guna mengetahui tingkat vaksinasi.

Dimana untuk warna hijau diketahui adalah siswa atau guru yang sudah vaksin lengkap, warna kuning baru vaksin sekali dan warna merah sama sekali teridentifikasi belum vaksin, serta warna hitam adalah terkonfirmasi positif Covid-19.

“Untuk siswa yang terdeteksi warna hijau, kuning dan merah boleh masuk BTM. Tapi yang hitam tidak boleh. Khusus bagi yang kuning dan merah tetap terapkan protokol kesehatan 3M dan wajib gunakan face shild,” terang Tasso.

Bagi sekolah yang aplikasi PeduliLindungi tidak berfungsi sambung Tasso, maka bisa gunakan manual dengan menunjukkan kartu vaksin atau oleh petugas dapat membantu masukan NIK pada aplikasi.

“Kita memang tekankan sekolah harus lebih ketat Prokes baik itu kepada siswa, guru, tenaga pendidik maupun orang tua hingga pengunjung. Ini demi menjaga warga sekolah tidak terpapar,” jelasnya.

Bila terjadi kemungkinan buruk terdapat kasus konfirmasi Covid-19 pada klaster sekolah, dikatakan Tasso, maka sekolah akan diliburkan 14 hari. Bila hanya klaster kelompok tertentu atau bukan sekolah, hanya diliburkan 5 hari. Tetapi BTM tidak tutup semuanya.

“Kalau ada kasus terkonfirmasi, maka BTM tidak ditutup semuanya. Hanya sekolah tersebut saja. Tapi 14 hari bisa normal kembali tanpa ada instruksi,” akuinya.

Bagi sekolah yang sudah siap masuk BTM-T lanjutan ini tambah Edy, SD cukup banyak yang siap namun belum dihitung pasti jumlahnya. Sedangkan untuk SMP sebanyak 28 sekolah siap jalan.

“SMP ada 28 jalan tapi ada penambahan 22 sekolah lagi. Itu yang mereka sudah ajukan ijin dan kita sudah turun survey,” urai Tasso. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed