by

Bersidang Ditengah Covid-19, Werinussa: Ini Cara Tuhan Menata Hidup Umat

AMBON,MRNews.com,- Persidangan ke-38 Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) mulai dilangsungkan Minggu (7/2) hingga (14/2) yang terpusat di Gereja Maranatha Ambon pasca dibuka oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama RI Prof Nizar Ali.

Event lima tahunan Gerejawi itu berbeda dari sebelumnya, karena dihelat pada masa Pandemi Covid-19 yang mengharuskan seluruh proses harus berjalan sesuai protokol kesehatan (Prokes) yang telah diatur.

Ketua umum MPH Sinode GPM Pendeta Ates Werinussa menegaskan, adanya Pandemi Covid-19 dan dampaknya dirasakan serta menjadi refleksi perjalanan GPM bersama masyarakat dan bangsa Indonesia.

“Maka sebagai Gereja perlu mendorong dalam tugas memberitakan Injil guna memacu semangat pertumbuhan kesehateraan bersama-sama dengan seluruh masyarakat dan bangsa,” ungkap Werinussa saat pembukaan sidang ke-38 Sinode GPM.

Bagi Werinussa, Covid-19 adalah cara Tuhan menata hidup umat disemesta yang semakin terbatas. Karena itu sejatinya harus bersyukur karena setiap musibah yang terjadi tidak selamanya untuk memusnahkan kehidupan manusia melainkan untuk menatanya kearah yang lebih baik.

“Sebagai Gereja kita letakan perspektif ini menjadi cara pandang yang progresif kedepan agar kita selalu optimis untuk jalan hidup hari esok,” tegasnya.

Werinussa menandaskan, Pandemi ini pula berdampak dalam pelaksaan sidang Sinode kali ini. Dalam catatan iman dan percaya dalam pandemi Covid-19 memang tidak sebebas seperti sidang Sinode waktu lampau.

“Namun kita bersyukur karena Tuhan baik bagi kita sehingga terselenggara sidang ke-38 sebagai wujud tetap hidup dan bertahannya kita, sebuah pesta keluarga Allah dalam spirit persaudaraan diatas dasar cinta kasih. Injil sejatinya adalah pesan Tuhan untuk menata kehidupan semakin baik pada pesan kesejahteraan,” ujarnya.

Bagi GPM tambah Werinussa, fenomena Covid-19 seharusnya menyadarkan sebagai umat beragama dengan tanda zaman yang ditandai adanya ancaman bagi kelangsungan hidup manusia dan alam semesta.

“Melalui sidang ini, pelayan GPM di MPH melewati 5 tahun perjalanan melayani sejak awal 2016 hingga diawal 2021 untuk melayani jemaat-jemaat guna mendorong pertumbuhan kesejahteraan dan semangat kerja keras dengan takut akan Tuhan maka bahtera GPM kita arahkan meskipun badai datang silih berganti,” pesan Werinussa. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed