Bermasalah, Proyek Rumah MBR di Kusu-Kusu Dihentikan Sementara

AMBON,MRNews.com,- Kesimpulan rapat antara komisi III DPRD Kota Ambon dengan pihak developer (pengembang) PT Matriecs Cipta Anugerah bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (PRKP) serta Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, Kamis (21/3/19) menyepakati untuk penghentian sementara proyek pembangunan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang ada di dusun Kusu-Kusu, Negeri Urimesing, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Penghentian sementara itu selain karena pihak pengembang belum mengantongi sejumlah dokumen penting yang mendukung sebagai syarat proyek perumahan berskala besar bisa berjalan, tetapi juga proyek tersebut diketahui belum mengantongi ijin mendirikan bangunan (IMB) dari pemerintah kota (Pemkot) Ambon, namun tetap dipaksakan pembangunan tetap berjalan, yang akibatnya menimbulkan keresahan dari warga di sekitar lokasi proyek karena membahayakan keslamatan warga dan kena pencemaran lingkungan.

Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kota Ambon, Alex Hursepuny mengaku, pihaknya bukan toleransi, tetapi begitu percaya komitmen pengembang PT Matriecs Cipta Anugerah, karena sebelum rapat dengan DPRD sudah ada pertemuan-pertemuan dalam rangka membicarakan pembangunan rumah MBR yakni soal ijin. Dimana ada beberapa hal yang harus diselesaikan, pertama soal sertifikat, karena itu status tanah pertanian jadi harus dialihfungsikan dulu, maka ini menjadi tugas dan tanggungjawab badan pertanahan nasional (BPN). Sebab syarat untuk IMB sertifikat harus clear.

Kedua, sebelumnya kata Hursepuny, ada juga konflik interest soal kepemilikan lahan, antara keluarga pemilik lahan. Sehingga tidaklah mungkin pemerintah mengeluarkan ijin, jika lahan atau tanahnya masih bermasalah. Maka harus dituntaskan semua dulu baru ijin bisa dikeluarkan. “Bagaimana kita bisa beri ijin, kalau tanah itu lagi bermasalah. Juga semua hal terkait lingkungan harus siap dulu baru IMB keluar. Lalu DPRD ingin tahu kapan IMB selesai, saya tidak bisa pastikan. Karena ada tanggungjawab yang harus diselesaikan dulu dengan pihak lain baru IMB dikeluarkan,” tegasnya.

Namun kata Alex, jika semua dokumen tuntas, dapat diproses IMB secepatnya, minimal lima hari, sesuai protap dan standar. Komisi III pun meminta pemerintah bijak menyikapinya, karena lahan sudah terbuka. Sehingga pembangunan proyek itu dihentikan sementara sambil menunggu administrasi lengkap, proses ijin, baru berjalan lagi.

“IMB keluar syaratnya ada, terutama menyangkut kewajiban lingkungan, dokumennya ada tiga. Pertama SPPL (surat pernyataan pemanfaatan dan pengelolaan lingkungan), kedua UKL-UPL dan ketiga Amdal. Diatas itu UKL-UPL. Persyaratan harus dipenuhi misalnya menyiapkan lahan yang tidak boleh berakibat beresiko untuk orang lain saat musim penghujan, dibikin dulu,” bebernya.

Kepala DLHP Kota Ambon, Lucia Izaak menambahkan, pihaknya akan melakukan pengawasan intensif soal dampak lingkungan akibat pembangunan perumahan rumah MBR di Kusu-Kusu. Karenanya diharapkan, pihak pengembang dapat membangun sarana infrastruktur pendukung seperti bronjong, talud dan saluran drainase agar sedimen yang dihasilkan tidak mencemari lingkungan sekitar. “Kita akan awasi. Kedepan jika ada dampak yang merugikan warga tentu ada sanksi yang diberikan ke pengembang sesuai tahapannya,” tegas Lucia.

Sementara Ketua Komisi III DPRD Kota Ambon, Yusuf Wally menyatakan, rapat menyepakati dan menyimpulkan bahwa proyek pembangunan rumah MBR di Kusu-Kusu untuk sementara dihentikan sampai semua dokumen administrasi, IMB, pembangunan sarana infrastruktur pendukung dilakukan. “Kita sangat mendukung, karena jika tidak maka bahaya pada lingkungan. Kami minta pengembang bisa segera mungkin mengurus administrasi dan dokumen untuk memperoleh IMB, serta membangun sarana infrastruktur pendukung proyek it,” kunci Wally. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *