Berkas Diserahkan ke JPU, DJ Meiwa Siap Disidangkan

AMBON,MRNews.com,- Subdit IV (PPA) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Maluku telah tuntas melakukan penyidikan dan akhirnya menyerahkan berkas, tersangka, berikut barang bukti dalam tersangka kasus UU Pornografi (tarian erotis) Karaoke Anang Family, Nikita Waworuntu alias DJ Meiwa kepada jaksa penuntut umum (JPU), Jumat (14/6/19). Dengan demikian, kasus tersebut telah siap (tahap 2) untuk disidangkan pada waktunya.

Alhasil, penyerahan berkas ini terjadi satu hari sebelum masa penahanan DJ Meiwa bakal berakhir. Dimana masa penahanan disjoki asal Manado itu berakhir besok, Sabtu 15 Juni 2019.

“Subdit IV (PPA) Ditreskrimum hari ini telah menyerahkan berkas, tersangka dan barang bukti dalam perkara tersangka DJ Meiwa ke JPU. Artinya sekarang sudah masuk tahap 2 dan demikian kasus ini siap disidangkan,” tandas Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Roem Ohoirat kepada media di Ambon, Jumat (14/6/19).

Diketahui, sesuai aturan jika masa penahanan tersangka telah habis, dan tidak memungkinkan lagi dilakukan perpanjangan masa penahanan, maka seorang tersangka harus dibebaskan demi hukum. Awalnya seminggu menjelang penahanan DJ Meiwa berakhir, berkasnya belum juga tuntas di penyidik. Namun tuntas sehari sebelum akhir waktu penahanan.

Penyidik terkesan mengabaikan petunjuk jaksa agar pengunggah video erotis DJ Meiwa juga dijadikan tersangka. Rony Samloy, kuasa hukum DJ Meiwa meminta penyidik objektif sebab kliennya korban perbuatan orang lain. Pelaku lain, menurutnya adalah orang yang menyebarkan video DJ Meiwa di medsos hingga sempat viral, beberapa waktu lalu. Dua orang yang diduga menyebarkan video tersebut berinisial “MAS” dan “TSMP”. Yang pertama even organizer (EO) sementara yang kedua, karyawan Karaoke Anang Family.

“Laporan kedua orang ini telah disampaikan ke Satuan Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) dengan bukti laporan polisi (LP) NO. B/137/III/2019/Maluku/SPKT Polda Maluku, tertanggal 14 Maret 2019, diterima petugas Brigadir Siaga, Arief Yudi Asmanto. Keduanya dilaporkan dengan dugaan penyebaran video berbau pornografi dan terancam pidana penjara 5 tahun denda maksimal Rp 1 miliar sesuai pasal 29 jo pasal 4 ayat (1) huruf d UU No.44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan pasal 45 ayat (1) jo pasal 27 ayat (1) UU No. 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),” ujar Samloy.

Namun menurut Rony, saat ini malah pihaknya terkesan dipimpong Polda Maluku untuk memastikan dua pelaku ini diusut. Saat dicek di Ditreskrimsus Polda, jawabannya laporan belum disampaikan pihak SPKT. “Waktu kita kembali ke SPKT, mereka bilang sudah. Mana yang betul? terkesan dipersulit makanya kalau JPU bilang masih P18-19 itu tidak salah. Polisi sepertinya sengaja mempersulit klien kami supaya makin stres di tahanan,” tukasnya. (MR-02/KT)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *