by

Bela Kehormatan Nabi, PKS Maluku Kecam Keras Macron

-Maluku-128 views

AMBON,MRNews.com,- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1442 Hijriah, yang digelar DPW PKS Maluku, Minggu (8/11) mengangkat tema “Bela Kehormatan Nabi”.

Tema tersebut diangkat berhubungan dengan pernyataan kontroversial Presiden Perancis Emmanuel Macron yang melukai hati umat Islam.

Dikesempatan itu, Ketua DPW PKS Maluku Abdullah Asis Sangkala menegaskan, PKS secara institusi mengecam keras pernyataan Presiden Perancis.

“Presiden PKS dan pimpinan fraksi PKS DPR RI sudah keluarkan pernyataan mengecam pernyataan kontroversial Macron,” kata Sangkala di markas DPW PKS Maluku Desa Poka yang juga disiarkan melalui zoom dan live youtube.

Menurut wakil Ketua DPRD Maluku tersebut, diera demokrasi dunia saat ini, seharusnya kepala negara menunjukan sikap saling menghargai dan menghormati, apalagi soal keyakinan.

“Kan umat Islam sudah clear keyakinannya bahwa Nabi Muhammad SAW adalah sosok dimuliakan dan penuh akhlak yang baik. Untuk membangun tatanan dunia baru yang damai, tenang, harusnya pemimpin dunia seperti Macron menghindari pernyataan yang dapat menimbulkan gesekan-gesekan keumatan dan kebangsaan,” tegasnya.

Kecaman atas pernyataan Macron, lanjutnya, mesti dijadikan sebagai momentum penguatan ukhuwah keumatan, sekaligus realisasi komitmen PKS soal toleransi.

“Dengan kejadian ini, umat Islam kembali menguatkan komitmen keberagamaan, tentu dengan semangat Islam, yang rahmat untuk semesta alam sesuai ajaran Nabi. Agar kita menjadi toleran, saling menghormati, menghargai, dalam kebinekaan berdasarkan Pancasila di NKRI, yang kita cintai bersama,” beber Sangkala.

Sementara itu, Ketua Dewan Syariah Wilayah PKS Maluku Syaid Mudzakir S. Assagaf dalam ceramahnya menyampaikan hikmah adanya pernyataan Presiden Macron dalam meningkatkan semangat kecintaan, dan keteladanan kepada Nabi Muhammad SAW.

“Terlepas dari kecaman keras kita, dengan pernyataan Macron, ada hikmahnya bahwa seharusnya kita dan umat Islam semakin semangat mencintai beliau, dan mendalami seluk beluk kehidupannya. Semakin kenal, kita semakin cinta beliau. Semakin kita pelajari, kita akan temukan betapa semua tuduhan-tuduhan tentang Nabi dan Islam akan terbantahkan dengan akhlak Nabi, yang sangat mulia, lembut dan santun,” jelasnya.

Assagaf mengutip Alqur’an surat Ali-Imran ayat 81 yang mengabarkan perjanjian Allah dengan para Nabi untuk beriman dan menolong Nabi Muhammad SAW.

“Menurut Ibnu Katsir, nabi yang dimaksud untuk diimani dan ditolong yakni Nabi Muhammad. Beliau akan membenarkan apa yang dibawa nabi-nabi sebelumnya. Para Nabi bersedia mengikat perjanjian itu dengan Allah SWT. Jika para Nabi yang mulia saat diminta membela Muhammad SAW mereka siap, bagaimana dengan kita umatnya?” tandasnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed