Bawaslu KKT Kecam Aksi Pengeroyokan Anggotanya

AMBON,MRNews.com,- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) atau sebelumnya Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB) mengecam aksi pengeroyokan atau penganiayaan yang dilakukan oleh dua warga terhadap anggotanya yang adalah pengawas Desa Lorwembun, Kecamatan Kormomolin, berinisial BY (33), Senin (25/2/19) malam.

Mereka pun mendesak pihak Polres Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk segera memproses para pelaku sesuai hukum yang berlaku karena telah masuk ranah pidana. Tentu hal ini tidak boleh dibiarkan yang pada akhirnya sedikit banyak mempengaruhi tugas pengawasan.

“Sejujurnya kami sangat sesalkan aksi pengeroyokan terhadap korban, BY. Apalagi beliau perempuan dan bertugas mengawasi proses demokrasi agar berjalan baik. Sebagai pimpinannya, kami kecam aksi itu, karena secara tidak langsung ini bentuk tekanan, intervensi dan intimidasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab terhadap tugas-tugas pengawasan kepemiluan yang dilakukan korban dan mungkin saja bagi seluruh pengawas Pemilu di KKT, Maluku dan Indonesia pada umumnya. Polisi harus segera memproses hukum para pelaku,” ujar Koordinator Divisi SDM Bawaslu KKT, Jefry Lamers kepada media ini via WhatsApp, Selasa (26/2/19).

Adapun kronologis singkat pengeroyokan tersebut, jelas Lamers, terjadi di Desa Lorwembun pada Senin, (25/2/2019) pukul 20.30 Wit, yang diduga dilakukan oleh Maria Rumajak dan Elisabet Bomaris. Dimana kedua perempuan tersebut diduga merupakan istri dan anak dari Seprianus Bomaris, saksi tindakan pengeroyokan yang  juga calon anggota DPRD KKT/MTB.

“Kami duga, aksi pengeroyokan oleh kedua terduga pelaku, bagian dari ketidakpuasan akibat adanya dugaan temuan pelanggaran pidana Pemilu dalam kasus pembagian bingkisan Natal dan tahun baru 2019. Dimana kasus ini sementara kita proses, dengan Seprianus Bomaris sebagai tersangka dugaan tindak pidana pemilu,” ujar mantan Sekretaris Cabang GMKI Saumlaki itu.

Lebih lanjut menurut Lamers, sampai saat ini pihaknya belum bisa mendapatkan keterangan dari korban karena korban masih lemas dan masih dalam penanganan medis. Sementara untuk laporan polisi, juga belum dilakukan karena korban masih berada di rumah sakit. “Kami belum bisa dapat keterangan lanjutan dari korban karena masih lemas di rumah sakit. Demikian juga laporan ke polisi juga belum karena korban masih berada di rumah sakit,” tutupnya. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *