by

Bawa Bantuan, Mentan Janji Back-up Penuh Pertanian Maluku

-Maluku-177 views

AMBON,MRNews.com,- Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia Syahrul Yasin Limpo, berjanji akan memback-up penuh sektor pertanian di Provinsi Maluku. Hal iu ditegaskannya saat malam ramah tamah di kediaman Gubernur Maluku setibanya di Ambon guna agenda kunjungan kerja.

“Kementerian Pertanian (Kementan) yang saya pimpinn siap menjadi supporting sistem pengembangan potensi pertanian di Maluku. Saya datang ke sini, untuk membantu pak Gubernur dengan kemampuan yang saya miliki,” ungkap Syahrul, Jumat (29/5) malam.

Selain akan mengunjungi sejumlah tempat di Pulau Ambon dalam agenda di Maluku, Syahrul juga membawa sejumlah bantuan pertanian bagi Maluku, diantaranya benih pala untuk ditanam dilahan seluas 900 hektar atau sebanyak 72 ribu benih, benih cengkih untuk 1000 hektar dan peremajaan pala untuk 300 hektar.

“Totalnya senilai Rp12,8 miliar, ini mungkin kecil tapi masih ada (bantuan) yang lain,” ujar politisi NasDem.

Pada kesempatan itu, Syahrul langsung meminta Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan yang juga ikut bersamanya, membantu kredit usaha rakyat (KUR) pertanian untuk Maluku hingga Rp 500 miliar.

Tidak menutup kemungkinan keterlibatan TNI dan Polri dalam menggunaan anggaran ini, dengan tetap dibawah koordinasi Gubernur.

“Pak Dirjen DSP, kalau Pak Gub mau, kita bisa kasih berapa ratus miliar dari dana KUR. Kita percepat. Untuk Maluku bisa Rp 500 miliar. Pertanian itu barang yang pasti, 100 hari pak. Besok (hari ini-red) saya akan panggil BNI, BRI, bank penyalur dana KUR. Dibeberapa tempat, saya bahkan memonitor hingga diatas Rp 1 triliun. Saya mau percepat ini Pak Gub,” bebernya.

Syahrul juga memhaku siap menggelontorkan dana melalui badan ketahanan pangan untuk program tanaman pekarangan. Dimana satu kelompok yang terdiri dari 30 orang, bisa dibantu dana stimulan hingga Rp 300 juta per kelompok.

Selain itu, sebagai daerah sentra produksi pertanian di Maluku, dirinya berjanji akan mengembangkan Pulau Buru sehingga lebih maksimal menjadi daerah lumbung komoditas pangan.

“Kalau Pulau Buru itu sudah bagus. Tinggal diperkuat, dioptimasi, intervensi, mekanisasi. Ini ada dirjen-dirjen datang bersama saya, tolong bantu pak Gubernur, mau tractor, mau pompa, mau bibit, kita bantu pak Gub,” tegas Syahrul.

Selain mengembangkan Pulau Buru sebagai sentra produksi pertanian, perlu ada ekstensifikasi pertanian (perluasan areal pertanian) ke Pulau Seram karena masih banyak lahan tidur tidak tergarap.

Hanya saja, kata dia, untuk membuka lahan pertanian membutuhkan orang yang ingin bekerja sebagai petani.

“Perlukah kita mengekstensifikasi ke Pulau Seram? Perlu! Tapi kita perlu orang. Pertanian itu tidak akan bisa jalan tanpa orang. Orang tidak mau ke pertanian karena belum hitung sebenarnya berapa untungnya,” jelasnya.

Ia mencontoh pertanian jagung. Satu hektar jagung untuk lahan baru dibuka bisa menghasilkan lima hingga enam ton per hektar. Bila dikalikan dengan harga Rp 3000 per kilogram, maka satu hektar kebun jagung dapat menghasilkan Rp 15 juta dalam waktu panen tidak sampai 100 hari.

“Potong ongkos kerja Rp 4 juta, biaya tambahan lainnya Rp 1 juta, sisa Rp 10 juta. Kalau dia punya dua hingga tiga hektar, bahkan lebih maka penghasilannya akan semakin besar,” tukasnya.

Bicara pertanian tambahnya, adalah masalah yang paling pasti. Masalah didepan mata rakyat untuk bisa menjadi sejahtera. “Kalau diurus baik-baik pertanian ini, kata miskin itu tidak pernah ada,” yakin mantan Gubernur Sulawesi Selatan.

Sementara, Gubernur Maluku Murad Ismail menyampaikan rasa terima kasihnya atas kunjungan Mentan bersama rombongan ke Maluku. Apalagi ini dilakukan dalam masa pendemi COVID-19.

“Kehadiran pak Menteri, merupakan kebanggaan bagi pemerintah dan masyarakat Maluku, sekaligus bukti perhatian dan kepedulian yang besar dari pak Menteri terhadap pengembangan sektor pertanian di Maluku,” tukasnya. (**)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed