Batu Penjuru Pembangunan Gereja Anugerah Jemaat Syaloom Diletakan

AMBON,MRNews.com,- Batu penjuru pembangunan gedung gereja Anugerah yang baru Jemaat GPM Syaloom diletakan, bertepatan dengan ibadah di Gereja Anugerah, Minggu (24/2/19). Peletakan batu alas diawali ibadah yang dipimpin oleh Wakil Ketua MPH Sinode GPM, Pendeta Wem Pariama.

Selanjutnya, peletakan batu penjuru dilakukan Pariama dari MPH Sinode, Sekretaris Klasis Kota Ambon, Pendeta Adriana Lohy/Norimarna, Inspektur Kota Ambon, Piet Ohman mewakili Walikota, Ketua Majelis Jemaat Pendeta Dicky Picauly, Ketua Panitia Pembangunan, Ketua Seksi Teknik dan Kepala Tukang. 

Lewat Khotbahnya, Pariama menegaskan, dalam nats Yesaya 59, ada tiga nilai penting yaitu kasih, pengampunan dan pengakuan atas dosa (keterbukaan). Karena itu jadi pedoman bagi pelayan dan umat agar bagaimana berkomitmen melakukan hal-hal baru sebagai wujud tanggungjawab bagi pembangunan gedung Gereja Anugerah pasca peletakan batu alas. “Berkomitmen jadi manusia baru, sebagai seorang Kristen dan anggota jemaat, dimana harus ada solidaritas, partisipatif dan kontributif, persekutuan, kebenaran, keadilan, kesetiaan, saling melengkapi,” tandasnya.

Sementara, ketua panitia pembangunan, Devi Muskitta bersyukur oleh pembangunan talud dibantu pemerintah kota dan provinsi lewat paket proyek. Tentu diletakannya batu alas ini menjadi langkah awal dimulainya pembangunan. Kedepan, pasti ada kendala, masalah, tantangan. Namun sebagai umat percaya, tidak pernah merasa kuatir, takut melakukan semua ini. Karena punya jemaat dan pelayan yang tiap saat menggumuli, menopang pembangunan rumah Tuhan ini sampai selesai, yang akan menelan anggaran sekitar Rp 3,5 miliar.

“Target berapa lama tuntas, kita sesuaikan dengan dana yang tersedia. Karena kerja dan usaha mandiri. Pembangunan gedung gereja ini direncanakan tiga lantai, dimana lantai 1 based/kantor, lantai 2 ruang ibadah dan lantai 3 balkon. Luas bangunan gereja 200 meter, dengan panjang 20 m, lebar 10 m untuk ruang ibadah. Sedangkan lantai dasar 4×23 m. Tahap awal penyelesaian lantai 2 sebagai ruang ibadah,” ujar ketua seksi teknik, Melianus Latuihamallo.

Sementara Pariama dalam arahannya menyatakan, pembinaan dan peningkatan spiritualitas umat, tidak terlepas dari fungsi gedung gereja sehingga pembangunan gedung gereja dibutuhkan. Sebab, dengan pembangunan gedung gereja sudah membantu MPH Sinode untul implementasi PIP/RIPP GPM, yang kedepankan pendekatan pelayanan, organisatoris dan operasional. “Biasanya banyak tantangan dan hambatan dalam proses ini di sesama panitia, majelis atau anggota jemaat. Penting juga membangun gereja, gunakan cara-cara proporsional dan spirit gerejawi/spiritualitas,” tegasnya.

Inspektur Kota Ambon, Piet Ohman menambahkan, Pemkot tetap akan menopang pembangunan gedung gereja sebagai bagian dari pembangunan spiritualitas umat dan jemaat ini bagian dari warga kota Ambon. Apalagi, gedung gereja memiliki nilai positif dan strategis. “Kami apresiasi atas semua dukungan jemaat selama ini bagi pembangunan kota. Dengan harapan semua umat disini terus menopang program dan kebijakan pemerintah dalam mewujudkan visi kota, Ambon Harmonis, Sejahtera dan Religius,” tukasnya. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *