Batik Air Stop Layani Rute Ambon-Makasar-Surabaya PP

AMBON,MRNews.com,- Mulai hari ini, Rabu (15/5/2019), Bandar Udara Internasional Pattimura akan melayani rute penerbangan baru Lion Air rute Ambon-Surabaya dan Ambon-Makassar serta sebaliknya. Rute-rute yang ditambahkan oleh maskapai Lion Air ini dilakukan bersamaan dengan penutupan atau penghentian rute yang sama oleh Batik Air. Padahal, sebelumnya Batik Air melayani rute-rute tersebut setiap hari (daily) dan Lion Air yang kini melayani rute-rute tersebut menggantikan Batik Air akan melayani penerbangan dengan frekuensi yang sama.

Mengenai hal tersebut, General Manager PT Angkasa Pura I Kantor Cabang Bandar Udara Internasional Pattimura, Amiruddin Florensius, mengaku, mengenai alasan penutupan dan penambahan tentunya lebih tepat dijelaskan maskapai masing-masing. Namun pihaknya percaya tentu ada sentimen positif dibalik keputusan Lion Air.

“Perlu dicatat oleh penumpang adalah jam operasi kedua rute yang dioperasikan Lion Air tersebut tidak berubah dari sebelumnya dilakukan oleh Batik Air, dan penumpang yang sebelumnya telah membeli tiket penerbangan Batik Air tidak perlu khawatir karena tetap bisa dipakai terbang menggunakan Lion Air,” ujar Amiruddin dalam rilisnya yang diterima media ini, Rabu (15/5/19).

Kuat dugaan, salah satu kemungkinan Batik Air menutup rute dari Ambon ke Makasar dan Ambon ke Surabaya serta sebaliknya, dikarenakan jumlah penumpang dengan tujuan itu terbilang sedikit pada beberapa bulan terakhir ini. Karena harga tiket dengan rute tersebut juga sangat mahal dan sulit dijangkau, bahkan tak kunjung turun hingga terbitnya keputusan pemerintah pusat melalui kementerian perhubungan (Kemenhub) terbaru soal tarif batas atas dan bawah.

Dikutip dari laman CNN Indonesia.com, pemerintah menetapkan tarif batas atas tiket pesawat turun mulai dari 12 persen hingga 16 persen. Penurunan batas atas 12 persen akan berlaku untuk rute-rute populer, seperti Jawa. Sementara, penurunan batas atas 16 persen berlaku untuk rute ke Jayapura. Keputusan itu disampaikan langsung Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi usai rakor pembahasan tindak lanjut tarif angkutan udara.

Tarif batas atas penumpang pelayanan kelas ekonomi angkutan udara niaga berjadwal dalam negeri sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 72 Tahun 2019 disebut tidak berubah signifikan sejak 2014 lalu. Hal ini menjadi salah satu penyebab tarif angkutan penumpang udara tak kunjung turun. Kondisi lain yang membuat tingginya tarif pesawat dalam negeri adalah kenaikan harga bahan bakar pesawat terbang (avtur). Akhir Desember 2018, harga avtur menyentuh USD86,29 per barel, tertinggi sejak Desember 2014. Ini berdampak pada peningkatan beban operasional perusahaan maskapai penerbangan, sehingga perlu dikompensasi dengan peningkatan tarif pesawat.

Keputusan penurunan tarif batas atas akan berlaku efektif sejak ditandatanganinya Peraturan Menteri Perhubungan dengan target tanggal 15 Mei 2019 dan akan dievaluasi secara kontinu berdasarkan regulasi yang berlaku untuk menjaga tarif angkutan penumpang udara bagi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri dengan keseimbangan antara perlindungan konsumen dan keberlangsungan usaha.  (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *