Baru Dua Orang Daftar Seleksi JPTP Pemkot

AMBON,MRNews.com,- Sejak dibuka pada tanggal 13 Mei 2019 lalu atau kurang lebih dua pekan, tercatat hingga kini baru dua (2) orang yang mendaftar kepada panitia seleksi (Pansel) untuk mengikuti seleksi tiga jabatan pimpinan tinggi pratama (JPTP) Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon yang saat ini dilelang.

Dua orang tersebut mendaftar pada posisi kepala badan perencanaan pembangunan dan penelitian pengembangan (Bappeda-Litbang) dan kepala badan pengelola keuangan dan aset daerah (BPKAD). Sementara satu jabatan lagi yakni kepala dinas pemuda dan olahraga (Dispora) belum ada peminat. Hal tersebut diungkap anggota Pansel, Benny Selanno yang juga kepala badan kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia (BKPSDM).

“Baru dua orang. Yaitu di Bappekot atau Bappeda Litbang dan kepala BPKAD,” singkat Selanno via pesan WhatsApp kepada media ini, Minggu (26/5/19).

Penutupan pendaftaran akan dilakukan pada 28 Mei, sifatnya terbuka bagi seluruh ASN di internal Pemkot Ambon maupun di luar kota dan ASN provinsi. Namun diakui Selanno, sesuai ketentuan dan aturan paling rendah harus empat (4) orang pendaftar pada salah satu jabatan, sementara ini baru dua. Maka aturannya sampai 14 hari kerja sejak dibukanya pendaftaran belum terisi, dengan sendirinya akan dilakukan perpanjangan pendaftaran hingga memenuhi ketentuan itu, guna dilakukan proses seleksi lanjutan.

“Sesuai ketentuan kalau sampai 14 hari kerja belum ada juga, dengan sendirinya kita perpanjang. Nah kalau perpanjang pendaftaran, kita harapkan teman-teman eselon II-III yang ingin mencoba dari jabatan sekarang ke tempat lain untuk mendapat jabatan tinggi pimpinan tinggi pratama bisa mendaftar asal sesuai ketentuan yang berlaku yaitu dengan tetap memperhatikan syarat khusus dan umum yang telah ditetapkan sesuai pengumuman dari Pansel,” tukasnya.

Pihaknya, diakui Selanno, hanya mendorong dan tidak memaksa, tergantung mereka punya kompetensi dimana. Tentu di kepala BPKAD dan Bappeda-Litbang, membutuhkan spesialis, memiliki kemampuan pengelolaan keuangan dan perencanaan. Sehingga kalau memang ada staf tidak ikut, artinya rasa tidak mampu sebab tidak sesuai kompetensinya. Apalagi dalam seleksi Assesment pasti dipakai. Sedangkan Kadispora ini SKPD umum yang bisa ditempati siapapun, asal kapabel dan penuhi syarat.

“Kebiasaan kita di Ambon, istilahnya air sudah di batang leher baru bergerak. Dalam realita, beberapa pegawai saya lihat sudah siap berkas untuk daftar. Tapi satu akan lihat lain, istilahnya malu hati, sembunyi-sembunyi. Nanti kalau satu sudah masuk daftar, pasti yang lain akan ramai-ramai daftar. Sehingga itu kita yakin pasti ada. Karena dia terbuka dan untuk umum, pasti semua transparan. Lagipula proses seleksi akan diawasi juga oleh KASN dan KemenPAN-RB,” tambah Sekretaris Kota Ambon, A.G. Latuheru yang juga ketua Pansel JPTP Pemkot. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *