by

Banyak Sekolah Alami Penumpukan Guru, Mutasi Menanti

-Pendidikan-279 views

AMBON,MRNews.com,- Banyak sekolah di Kota Ambon alami penumpukan guru. Akibatnya jam mengajar guru tidak efektif dan full. Dampaknya, pada masalah tunjangan sertifikasi sejumlah guru SD dan SMP yang tak kunjung keluar pada 2019 dan beberapa bulan atau tahun sebelumnya. Mutasi pun menanti kedepannya.

“Tetap, pasti dimutasi. Dan pemerataan ini khan katong (kita) sudah lakukan sebenarnya. Memang guru-guru itu perlu dimutasi untuk punya keluasan mendapatkan jam mengajar yang lebih banyak,” ungkap Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ambon Fahmi Salatalohy kepada awak media.

Tapi musti dilihat, kata Fahmi, apakah sekolah yang dituju ada mata pelajaran yang bisa diajarkan atau bagaimana dalam pemanfaatan jam mengajar itu. Sebab kalau sekolah yang dituju guru-gurunya sudah banyak dan presentase mata pelajaran sedikit, tak ada bedanya.

“Jadi mutasi, nanti lihat kondisi sekolah dan mata pelajarannya. Juga rombongan belajar (Rombel) nya. Guru-gurunya, itu semua harus dilihat,” jelasnya di DPRD, Kamis (13/2).

Data-data itu diakui Fahmi, sudah ada di dinas. Tapi kewenangan mutasi pada BKPSDM. Namun beberapa waktu lalu, dinas sudah usulkan ke BKD untuk mutasi. Totalnya tidak sampai 30 orang. Beberapa diantaranya SMPN 11 ada 16 orang, SMPN 2 ada 6 orang, SMPN 12 ada 6 orang.

“Untuk SD mungkin lebih dari itu. Katong masih cari tahu, karena keresahan-keresahan ini khan awalnya banyak dari guru SD. Ada juga guru-guru honor pada sekolah yang terjadi penumpukan guru. Sehingga juga mempengaruhi guru PNS yang tersertifikasi itu, tidak punya kesempatan mendapatkan jam mengajar full. Itu yang jadi kendala kita,” tukasnya.

Soal mutasi guru, ketua komisi II DPRD kota Ambon Jafri Taihuttu mengaku, harus dikoordinasikan dengan BKPSDM sebagai penanggungjawab dan ini harus dimanage secara baik. Termasuk untuk melihat banyaknya pengaduan dari guru yang Kepsek-nya belum defenitif.

“Nanti mungkin minggu depan. Dengan BKPSDM terkait mutasi dan penumpukan, juga Disdik. Supaya kerisauan itu tidak terjadi sama sekali. Karena kenapa harus terjadi penumpukan guru pada sekolah-sekolah itu. Padahal SMP lain di Ambon juga masih kurang tenaga guru,” ingatnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed