by

Bangun Maluku, Butuh Figur di Pusat

AMBON,MRNews.com.- Kepentingan Provinsi Maluku di Pemerintah pusat disadari belum direleasasikan secara baik. Akibatnya, proses pembangunan diberbagai sektor untuk kepentingan masyarakat Maluku di daerah belum maksimal.

“Mencermati perkembangan pembangunan di Maluku, semenjak pernah mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Maluku Barat Daya maupun berkiprah di media banyak sekali yang sebetulnya perlu diperjuangkan untuk pembangunan Maluku secara adil dan merata,” ungkap Dewan Pengawas Padma Indonesia, Freni Lutruntuhluy, S. Pd, kepada Mimbar Rakyat, Rabu, (5/1).

Pakar IT yang berkontribusi terhadap media-media lokal dan nasional ini mengaku, isu nasional yang perlu mendapat perhatian serius rakyat Maluku, yakni Migas Masela, infrastruktur jalan, infrastruktur digital, sektor perikanan dan kelautan, perkebunan, peternakan yang sesungguhnya terasa ada mis dalam kebijakan politik yang mengesampingkan wilayah-wilayah tertentu.

“Semisal, Maluku Barat Daya sebagai beranda negara dengan Timor Leste,”sebut putra MBD itu.

Lutruntuhluy yang juga wartawan ini menegaskan, yang paling penting saat ini bagaimana kerangka kebijakan daerah yang bisa menyediakan lapangan pekerjaan baru untuk putra dan putri Maluku, lebih khusus menjemput Migas Masela.

Lanjutnya, pemuda dan rakyat Maluku mesti bisa disiapkan dari sekarang sebagai pelaku di setiap desa/dusun.

” Lebih menonjol kepentingan pemerintah lebih besar kalau lihat dari fakta-fakfa yang terjadi. Buktinya ada demo besar-besaran,”terangnya.

Karena itu, politisi muda yang saat ini bermukim di Jakarta ini berharap pemerintah segera mambangun komunikasi dengan pemerintah pusat untuk segera membangun Balai Latihan Kerja Komunitas sebagai salah satu komponen yang akan mendukung logistik lokal di Migas Masela.

“Saatnya Maluku butuh figur yang mengawal kepentingan Maluku di Pusat,” tegasnya. (MR-01)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed