Bahas Ambon-Vlissingen, Walikota Bakal Temui Menlu & Menkes

AMBON,MRNews.com,- Walikota Ambon, Richard Louhenapessy bakal menemui Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi dan Menteri Kesehatan, Nila Juwita Moeloek, guna meminta penjelasan, pandangan dan solusi tentang lanjutan kerjasama sister city antara Kota Ambon dengan Kota Vlissingen, Belanda dalam bidang kesehatan yang selama ini sudah terjalin sangat baik dan membawa dampak positif ke masyarakat.

Sebab, tak hanya dari Belanda yang inginkan sister city Ambon-Vlissingen terus berlanjut karena ada dampak positif bagi keduanya, kota ini pun semakin mendapat apresiasi dari masyarakat internasional. Dimana ada sejumlah undangan dari negara luar untuk pemerintah kota pada tahun ini baik menghadiri kegiatan, follow up kerjasama, menjadi pembicara bahkan memotivasi kota tujuan atas kemajuan Ambon saat ini.

“Saya akan ketemu dengan Menlu dan Menkes untuk mendapat penjelasan soal ini, bagaimana kerjasama atau sister city antara kota Ambon dan kota Vlissingen kedepan di bidang kesehatan khususnya,” tandas Walikota di Ambon, Senin (3/6/19).

Pertemuan dengan kedua menteri tersebut, diakui Louhenapessy, begitu penting. Sebab Ikatan Dokter Indonesia (IDI) telah mengultimatum dan melarang dokter-dokter asing untuk melakukan bakti sosial di Indonesia, sepanjang masih ada dokter Indonesia yang tenaganya dan spesifikasi atau keahlian bisa dipakai. Tentu ini menjadi masalah kedepan dalam kerjasama Ambon-Vlissingen, sebab selama ini Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon, yang menggunakan jasa dokter Vlissingen untuk bakti sosial di kota Ambon.

Apalagi, tambahnya, telah ada undangan setelah lebaran untuk melakukan kunjungan balasan Walikota Vlisingen guna tindaklanjuti sister city. Sebab pemerintah Belanda sangat mengakui bahwa sister city terbaik adalah antara Ambon-Vlissingen. Itulah yang kemudian harus terus dijaga dan dikembangkan, tak hanya di sektor kesehatan, tapi di sektor lainnya pun bisa dijajaki.

“Warga Ambon di Belanda juga mendapat respek positif dari pemerintah Belanda. Selain kesehatan, sektor pendidikan dan sosial budaya, jadi fokus tindaklanjut kerjasama Ambon-Vlisingen. Karenanya, ultimatum IDI itu yang jadi masalah kedepan dalam kerjasama Ambon-Vlissingen. Sehingga harus segera disikapi dan dicarikan solusi melalui komunikasi dengan pemerintah pusat. Sebab selain menjaga hubungan dan nama baik Ambon, Maluku tapi juga Indonesia umumnya,” demikian Louhenapessy. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *