by

Akui Intervensi, Gubernur: Senin Saya Lantik Kasrul Sekda Defenitif

-Maluku-1,374 views
AMBON,MRNews.com,- Setelah menjalani proses yang panjang dan lama hingga pada Tim Penilai Akhir (TPA) oleh Sekretariat Kepresidenan, pemerintah pusat akhirnya telah memutuskan dan menetapkan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku defenitif yakni Kasrul Selang.
Keputusan Presiden (Keppres) tentang pengangkatan pejabat pimpinan tinggi pratama Madya/Sekda di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku sudah dikantongi Gubernur Maluku Murad Ismail dan direncanakan akan melantik Plt Sekda itu Senin depan.
Menariknya, Gubernur Murad mengakui langsung turut mengintervensi sehingga proses Keppres di istana bisa cepat dan nama Kasrul Selang yang diputuskan.
Dari tiga nama yang diusulkan ke Presiden melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) oleh panitia seleksi (Pansel) pejabat pimpinan tinggi pratama Madya/Sekda lewat pemerintah provinsi Maluku November tahun lalu selain Kasrul, ada pula nama kepala Dinas Kehutanan provinsi Maluku Sadlie Ie dan Kepala Dinas Sosial Sartono Pining.
“Kita kirim tiga nama, Kasrul, Sadli dan Sartono Pining, tapi yang diputuskan Kasrul. Sudah (penetapan). Tentu intervensi juga saya. Senin saya Lantik (Sekda defenitif),” ungkap Murad kepada awak media di kediamannya Wailela-Rumatiga usai menjamu Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Sabtu (1/2/2020).
Mantan Dankor Brimob itu mengaku, diputuskannya Kasrul oleh istana setelah kemarin, Jumat (31/1) dirinya menemui Presiden RI Joko Widodo dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Jakarta. Yang kemudian tanpa menunggu lama langsung dipanggil mengambil “surat sakti” itu.
“Saya bilang ke pa Pramono gimana itu (Keppres). Lalu kemarin dipanggil dan sorenya sudah langsung turun (Keppres) dari istana dan kita langsung kesini (Ambon). Ya sudah, hari Senin saya lantik. Keppres sudah saya bawa. Sayang saya tidak foto untuk kirim buat kalian. Dari Setneg turun, Kemendagri juga. Tadi malam saya sama Kasrul dari sana,” beber mantan Kapolda Maluku.
Saat ditanya wartawan lagi, Murad tiba-tiba langsung mengklarifikasi pernyataan sebelumnya bahwa proses penetapan Sekda bukan intervensi. Sekaligus menepis dugaan hasil seleksi Sekda nama Kasrul dibawa Sartono Pining.
“Kita khan assessment. Yang paling tinggi siapa? yang paling cocok siapa?. Nggak. Salah itu. Kepala dinas saja (Sartono) nggak beres, bagaimana?. Coba kamu lihat hasil assesmentnya, Kasrul paling tinggi. Nomor kedua Sadli, ketiga baru Sartono,” tukas Murad.
“Kita serahkan nama kesana, ditanyakan yang cocok sama bapak yang mana, yah kita tunjuk yang cocok. Sebab Gubernur itu harus cocok dengan Sekda. Yang penting. Yah kalau kurang ajar, kapan saja kita ganti, bos. Kalau OPD itu kurang ajar, nggak loyal sama saya. Setiap hari, kata Menteri boleh ganti,” kuncinya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed