by

Air Bersih, Tenda & Kesehatan Jadi Masalah Krusial di Pengungsian

AMBON,MRNews.com,- Air Bersih, pengadaan tenda dan pelayanan kesehatan masih menjadi masalah krusial yang dialami dalam penanganan bencana sampai dengan saat ini, meski seluruh upaya telah maksimal dilakukan. Terkait kesehatan, dimana ada beberapa desa yang masih kurang pelayanan kesehatan di barak-barak pengungsian.

Hal ini terungkap dalam pertemuan bersama kepala desa/raja pada wilayah yang terdampak bencana membicarakan percepatan penanganan bencana akibat gempa yang dipimpin Penjabat Sekretaris Daerah Maluku Kasrul Selang didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Farida Salampessy, Kepala Seksi Data,Informasi BMKG Maluku Andi Ashar Rusdin, Danrem 151/Binaiya Kolonel Inf. Hartono dan Dandim Pulau Ambon Letkol Kav Cecep Tendy Sutandidi ruang rapat lantai II Kantor Gubernur Maluku, Sabtu (12/10). 

Selang pun berharap berbagai persoalan yang terjadi di lapangan untuk segera disampaikan. Sebab berbagai informasi pasca penanganan bencana yang timbul di masyarakat sangat kompleks dan paling banyak. Salah satunya misalnya pengakuan warga bahwa dua minggu tidak dapat beras 1 kilogram pun. 

“Jadi kalau ada apa-apa cepat koordinasi sesuai dengan jenjangnya. Prosesnya dari bapak dusun ke bapa raja, bapa raja ke camat dan bapak camat naik ke atas dan seterusnya. Sebab macam-macam masalah masih timbul. Jadi tugas katong sebagai aparat harus tanggap,” terang Sekda. 

Pembahasan percepatan ini sebutnya, terfokus pada penanganan pengungsi korban gempa 6,5 SR yang hingga kini masih menempati sejumlah lokasi pengungsian di tiga daerah berdampak langsung, Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah dan Seram Bagian Barat (SBB). Dimana desa yang terdampak gempa beberapa diantaranya, Desa Waai, Liang, Kailolo, Morela, Tulehu, Tengah-Tengah, Tial, Pelauw, Kabauw, Haruku-Sameth, serta beberapa desa di kecamatan Kairatu, Kairatu Barat, Inamosol dan Amalatu.

Menurut Sekda, kondisi geografis Maluku yang rentan dengan bencana gempa bumi sudah menjadikan masyarakat Maluku harus menjadi tangguh. “Yang terpenting adalah bagaimana kita melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Sehingga harus dihadapi bersahabat dengan kondisi alam seperti ini. Dan yang terpenting atong harus bermuhasabah, introspeksi diri,” kata Sekda.

Sekda juga menyampaikan, saat gempa terjadi Pemprov Maluku juga telah mengadakan rapat dengan pimpinan umat beragama, Ketua Sinode, Ketua Walubi, Ketua MUI beserta organisasi-organisasi lainnya guna membicarakan apa yang harus dilakukan.

“Jadi informasi-informasi terkait bencana akan disampaikan BMKG yang secara aktif di posko untuk menyampaikan himbauan-himbauan. Jadi nantinya ada SMS berantai yang dikerjasamakan dengan Telkomsel, sehingga SMS berupa informasi bisa langsung sampai ke masyarakat,” tandas Sekda. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed