by

85 Tahun GPM, Kampus UKIM Siap Dibangun

-Agama-113 views

SULI,MRNews.com.- Bersamaan dengan hari ulang tahun GPM ke 85 serta Dias Natalis ke 35 UKIM Ambon dilakukan peletakan batu penjuru kampus UKIM di Suli Banda, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah yang merupakan pemberian masyarakat Desa Suli kepada GPM untuk pembangunan kampus UKIM yang ditandai dengan pemberian batu penjuru dari masyarakat adat Suli yang diterima Ketua Sinode GPM, A.J. Werinusa.

Selanjutnya batu tersebut diletakan sebagai batu penjuru kampus UKIM yang diletakan juga oleh Gubernur Maluku, Murad Ismail, Rektor UKIM, Jafet Damamain, Bupati Maluku Tengah, Abua Tuasikal, Pemerintah Desa Suli, dihadiri Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno, Ketua DPRD Maluku, Lucky Wattimury, Wakil Bupati Maluku Tengah A.Leleury, Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, Ketua Panitia hari hari besar Grejawi Sinode GPM, Melkianus Sairdekut beserta undangan di Desa Suli Banda, Minggu (6/9).

Ketua Panitia, Melkianus Sairdekut dalam sambutannya mengatakan, 6 September 2020 menjadi moment yang bersejarah dimana sekaligus dirangkai dengan peletakan batu penjuru kampus UKIM dalan situasi Pandemic Covid-19 dengan tetap memberlakukan protokol kesehatan.

” Sebagai rasa syukur maka kami telah melakukan berbagai kegiatan sebagai wujud kepedulian dengan berbagi bersama saudara saudara kami sebagai orang Basudara sekaligus gereja yang mampu mewujudkan karekter sebagai hamba” ujar Sairdekut.

Bupati Maluku Tengah, Abua Tuasikal mengatakan sebagai pemerintah Kabupaten Maluku Tengah bangga dengan hadirnya kampus UKIM di wilayah kabupaten Maluku Tengah dengan harapan UKIM menjadi universitas kebanggan orang Maluku.

Ketua Sinode GPM, Pdt A.J.Werinusa mengatakan selaku GPM dalam usia 85 merupakan usia yang tidak lagi muda dan terus mengevalusi diri sebagai orang orang yang tidak beriman. Karena itu kita akan terus bergandeng tangan membangun kampus UKIM.

” Inilah kebangkitan kita, dimana kita sekaligus mencanangkan ibadah di gereja yang akan berlangsung sesuai protokol kesehatan bagi daerah yang bukan zona merah dengan tetap berkoordinasi dengan pemerintah setempat. Bagi Ambon yang masuk zona merah direncanakan ibadah di gereja pada bulan Oktober mendatang. Kita berterimakasih kepada masyarakat Desa Suli yang telah memberikan tanahnya bagi pembangunan kampus. ” kata Werinusa.

Dirinya juga meminta rektor UKIM untuk melakukan pendekatan dengan pemerintah Desa Suli untuk memberikan kemudahan bagi generasi mendatang yang akan menimba ilmu di kampus UKIM.

“Covid-19 mengajarkan kita untuk melakukan kepedulian bagi sesama dengan terus berbagi dan saling menghormati. Jalani juga peran sebagai orang tua yang giat membangun hubungan dengan anak saat pemberlakuan pembelajaran secara online. Panggilan bekerja keras harus diwujudkan sebagai warga gereja yang menghamba kepada Allah ‘ demikian Werinusa. (MR-01)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed