7 Tersangka Curanmor Diciduk Polres, 1 Perempuan

AMBON,MRNews.com,- Polres Pulau Ambon dan Pp Lease menggiring tujuh (7) tersangka pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang diciduk beberapa waktu lalu oleh anggota satuan resort kriminal (Sat Reskrim) di wilayah hukum Polres karena melakukan aksi Curanmor. Dari 7 tersangka Curanmor, satu diantaranya perempuan dewasa berinisial PC, sisanya masing-masing AM (18), RA, AF, AOM, GU (30), dan IM (20). Sementara barang bukti (BB) ada 10 sepeda motor hasil Curanmor yang dirilis.

Hal itu terungkap dari rilis kasus tindak pidana Curanmor oleh Satreskrim Polres Pulau Ambon dan Pp Lease yang dipimpin Wakapolres, Kompol Ferry Mulyana di halaman Mapolres Pulau Ambon dan Pp Lease, Rabu (27/2/19).

“Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, selama Januari-Februari 2019 sudah melaksanakan penegakkan hukum terhadap pelaku Curanmor sebanyak 11 kasus atau laporan polisi. Dimana Sat Reskrim sudah mengamankan 8 orang pelaku yang keseluruhannya beroperasi di wilayah hukum Polres Pulau Ambon dan Pp Lease. Satu diantaranya perempuan. Mereka diancam dengan pasal 362 dan 363 tentang pencurian,” tukas Wakapolres.

Terkuaknya kasus Curanmor ini, kata Wakapolres, awalnya dari salah satu pelaku yang terungkap, dimana ketika kendaraan tersebut mau dikirim ke pulau sebelah atau diluar pulau Ambon. Namun, saat pengecekan, kecurigaan personil anggota Polsek Leihitu saat itu mencurigai adanya sepeda motor yang akan dikirimkan lewat kapal di pelabuhan Tahoku, Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Kemudian di cek, surat-suratnya ternyata hasil dari kejahatan.

“Diciduknya pelaku Curanmor ada yang melalui pengungkapan kasus, hasil daripada penyelidikan personil Sat Reskrim di wilayah hukum Polres Pulau Ambon dan Pp Lease. Kita menemui kecurigaan, dan semuanya 11 pelaku cuma satu sudah dikirim ke Kejaksaan untuk tahap II, karena masih dibawa umur. Peran pelaku perempuan disini hanya turut serta atau ikut-ikutan membantu pelaku Curanmor, namun tetap dijerat dengan pasal 556 karena turut membantu,” ujar pemilik satu melati emas di pundak itu.

Para tersangka ini kata Ferry, bukan termasuk sindikat Curanmor, namun modus operandinya rata-rata ketinggalan kunci sepeda motor, kemudian ada juga yang dirusak, serta mereka jalan melihat ada motor yang parkir sembarangan, lalu operasi dilakukan. Mereka yang tersangka Curanmor rata-rata pengangguran, tidak ada pelajar maupun mahasiswa.

“Hasil Curanmor bukan dijual ke penadah, tetapi ada yang untuk dipakai sendiri, juga ada untuk dijual didalam kota saja hanya untuk berfoya-foya dan dijual bervariasi mulai Rp 1,5 juta dan Rp 2 juta. Ada juga yang belum sempat dijual,” demikian Ferry yang dalam rilis kasu tersebut didampingi Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon, AKP Gilang Prasetya dan Kasubag Humas Polres, Julkisno Kaisupy. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *