5 Tahun Penjara Koruptor Jack Manuhutu

AMBON,MRNews.Com.- Jack Stuart Manuhutu di vonis lima tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Ambon, Kamis (6/8). Mantan Kepala Sub Perencanaan pada Devisi Renstra dan Korsec PT. Bank Maluku dan Malut ini juga dibebankan membayar denda Rp. 200 juta sibsider dua bulan kurungan.

Sidang dengan agenda putusan itu, dipimpin Majelis Hakim yang diketuai, Jenny Tulak dibantu, Felix Uwisan dan Herri Liliantono masing-masing selaku hakim anggota. Tiga Majelis hakim ini, dalam amar putusaanya menyatakan, terdakwa jack terbukti bersalah, bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi proyek pembelian lahan dan bangunan untuk pembangunan Kantor cabang Bank Maluku Cabang di Surabaya tahun 2014.

“Mengadili, terdakwa Jack Stuart Manuhutu terbukti secara dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 2 jo Pasal 18 ayat (1) undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi, sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 tahun 2001 jo pasal 55 Ke-1 KUHPidana,” ungkap Ketua Majelis Hakim, Jenny Tulak saat membacakaan amar putusannya.

Terlihat dalam persidangan, terdakwa tidak didampingi penasehat hukumnya, Morits Latumeten. Morits saat ini sementara mengendap di ruang tahan Rutan Kelas IIA Ambon atas kasus pidana lainya. Dipihak lain, penuntut umum dihaidri Jaksa, Rolly Manampiring.

Jack tidak dibebankan membayar uang pengganti, karena telah dibebankan kepada terpidana Direktur CV Harves, Hence Abraham Toisutta (Terpidana) senilai Rp. 7,2 miliar. “Perbuatan yang memberatkan, terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam upaya memberantas korupsi,” kata hakim.

Usai membacakan putusannya, terdakwa menyatakan pikir-pikir atas vonis hakim. Sebaliknya JPU juga menyatakan hal yang sama. Sidang pun ditutup.

Vonis Jack menambah daftar terpidana korupsi Bank Maluku menjadi empat. Dimana, selain Jack tiga terpidana sebelumnya di vonis bersalah hingga ke Mahkamah Agung (MA) RI. Direktur CV Harves, Hence Abraham Toisuta diganjar pidana penjara selama 12 tahun kurungan, dan denda Rp 1 miliar subsider 8 bulan kurungan, serta dibebankan uang pengganti senilai Rp 7,2 miliar subsider 4 tahun kurungan. Akumulasi hukuman yang harus dijalani Hence adalah 16 tahun dan 8 bulan.

Hence telah berstatus DPO, dan hingga saat ini masih terus dilacak keberdaanya untuk secepatnya dilakukan eksekusi terhadap terpidana koruptor Bank Maluku yang merugikan keuangan negara mencapai Rp 7,2 miliar tersebut.

Selain Hence, MA Juga menjatuhkan pidana penjara terhadap mantan Direktur Utama PT Bank Maluku, Idris Rolobessy dengan pidana penjara selama 10 tahun, denda Rp 500 juta subsider 7 bulan kurungan, serta dibebankan membayar uang pengganti senilai Rp 250 juta subsider 1 tahun kurungan. Putusan MA ini sifatnya menguatkan putusan PT Ambon yang juga menghukumnya dengan pidana penjara yang sama.

Sementara mantan Kadiv Renstra dan Corsec Bank Maluku, Petro Ridolf Tentua, MA dalam putusannya menguatkan putusan PT Ambon yang sebelumnya menghukum terpidana dengan pidana penjara selama 6 tahun penjara, membayar denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan. “Yang sudah dieksekusi hanya Idris, dan Petro. Hence menghilang, dan belum tau keberadaannya,” Tutup Dia.(MR-03).

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *