4 Buku Dosen IAKN Ambon & Penulis Luar Dibedah

AMBON,MRNews.com,- Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon kembali melakukan bedah buku tahun 2019, terhadap empat (4) buku milik satu penulis luar dan tiga dosen IAKN Ambon. Empat buku yang dibedah yakni pertama, tentang Diskursus Filsafat Pancasila Dewasa Ini oleh Dr Agustinus Dewantara, dengan pembahas Prof Dr. Aholiab Watloly, M.Hum, Dr. H. Salmon, MH dan Dr Elka Anakotta, M.Si; kedua tentang Ritual, Identitas dan Komodifikasi Sosial oleh Dr Yance Z Rumahuru, MA dengan pembahas yaitu Prof. Dr. M.K. Latuconsina, Prof.Dr.M. Soselissa, MA dan Dr. A.Ch.Kakiay, M.Si.

Ketiga tentang Kontekstualisasi Musik Gereja di Gereja Protestan Maluku (GPM) oleh Dr Agustinus Gaspersz, M.Sn dengan pembahas Dr. B.E. Picanusaa, M.Th, Dr. F. Nahusona, M.Th dan P. Salenussa, M.Sn dan keempat, Paradigma Pelayanan Guru PAK Berdasarkan Efesus 4:1-13 oleh Dr. Agusthina Siahaya, M.Th, dengan pembahas Prof. Dr.F Leiwakabessy, M.Pd, Dr. Sjeny. L. Souisa, M.Th dan Dr. Pitersina Lumamuly, M.Th.

Rektor IAKN Ambon, Dr A.Ch. Kakiay saat membuka bedah buku menegaskan, bedah buku ini merupakan ritual semesteran di IAKN Ambon. Dimana targetnya setahun atau dua semester 8 buku dibedah dengan 4 buku tiap semester untuk 2 buku penulis luar, dan 2 buku penulis dosen IAKN Ambon. Dengan tujuan, menularkan virus giat menulis bagi civitas akademikan di lingkup IAKN Ambon serta melatih menulis buku dan mengembangkan gagasan, ide ilmiah dosen dan mahasiswa.

“Saya berharap, lewat bedah buku ini dapat memberi kontribusi positif dan menggelorakan semangat menulis di kalangan mahasiswa dan dosen. Karena tanggungjawab lembaga perguruan tinggi tak hanya pendidikan dan pengabdian masyarakat, tetapi juga penelitian dan publikasi hasil tulisan ilmiah. Semoga juga bedah buku ini memberi spirit dan motivasi bagi kita agar bisa belajar dari tulisan-tulisan orang lain untuk kita bisa kembangkan dalam tulisan kita sendiri,” tukas Kakiay.

Sementara, Ketua Panitia Bedah Buku, Dr. S.B. Warella, M.Th menyebutkan, bedah buku ini menjadi bagian kegiatan akademik untuk terus membangun kultur akademik di kalangan komunitas perguruan tinggi, juga menumbuhkan kesadaran kritis civitas akademika, mengembangkan kemampuan menganalisis metode dalam menyampaikan pesan buku, serta menjadi sarana pertukaran hasil riset terkini, mekanisme sosialisasi dan penyebaran ide, gagasan, pengetahuan dan nilai.

“Buku-buku yang dibedah ini merupakan hasil riset yang tidak terlepas dari realitas kehidupan masyarakat. Bedah buku selain melibatkan penulis dan pembahas ada pula dari civitas akademika IAKN Ambon, civitas akademika kampus lain, utusan sekolah-sekolah mitra yang berjumlah 70 orang,” tutup Warella. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *