by

3 Pelaku Judi Togel Online Dibekuk, ATM & Uang 931ribu Disita

AMBON,MRNews.com,- Kepolisian daerah (Polda) Maluku melalui Direktorat Kriminal Umum (Diretkrimum) berhasil membekuk tiga (3) terduga pelaku judi togel online di Kota Ambon, Sabtu dan Minggu (11 & 12/7).

Masing-masing ZG (52) warga di jalan Mutiara Mardika, ZK (46) warga Passo dan FB (28) warga Silale. Ketiganya ditangkap pada TKP berbeda-berbeda dengan barang bukti yang disita berupa 2 buah handphone, uang tunai 931 ribu, dua ATM termasuk buku tabungan.

Dirkrimum Polda Maluku Kombes Pol Sih Harno mengaku, modus para pelaku yakni mendaftar pada situs judi online. Kemudian mereka harus mendeposit, mencantumkan nomor rekening dan memasukkan dana. Setelah itu, mereka rekap pemasang nomor togel pada situs judi online.

Setelah nomor togel keluar dan ada pemasang dapat, mereka akan menginput pada situs. Uang akan langsung masuk ke rekening dan diberikan ke pemasang nomor yang beruntung. Para pelaku pun mendapat keuntungan dari setiap pemasang nomor togel karena sebagai sub agen.

“Pemasang dapat dan tidak, mereka tetap untung 20 persen. Kalau 2 angka itu 70 ribu. Tapi mereka bayar ke pemenang 60/65 ribu, mereka dapat 10 ribu. Kalau 3 angka, 400 ribu, mereka bayar ke pemasang 300 ribu saja. 4 angka bervariasi, ada 3 dan 4 juta. Tapi mereka bayar 2 juta saja, mereka untung sejuta,” jelasnya di aula Mapolda Maluku, Rabu (15/7).

Ketiga pelaku itu diakui Harno, telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. “Pasal yang dikenakan pasal 303 KUHP, ayat 1&2 dengan ancaman 10 tahun penjara,” jelasnya.

Soal adanya kemungkinan pihaknya berkoordinasi untuk menutup situs judi togel online, Harno mengaku hal itu tidak mudah seperti yang dibayangkan. “Nanti kerjasama dengan Bareskrim Polri. Tidak mudah karena situsnya Google. Kewenangan ada di pemerintah pusat,” tukasnya.

Sementara Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol M Roem Ohoirat menambahkan, ketiga pelaku bukan hanya sebagai pemain, tapi mereka sub agen.

“Kami akan bekerjasama dengan Direktorat Cyber Bareskrim Polri untuk mengejar, mengungkap pelaku yang lain terutama bandar utama judi online ini,” tegasnya.

Disinggung adanya judi togel marak di PGRI namun belum disasar karena diduga kuat ada bekingan, dia menegaskan, dengan adanya informasi itu tentu pihaknya akan tindaklanjuti. Sebab ditingkat pimpinan belum tentu mengetahui kejadian-kejadian dilapangan.

“Anggota kita mungkin ada yang beking kami juga tidak tahu. Yang jelasnya kasus ini terbuka karena ada laporan-laporan dari masyarakat melalui kegiatan duduk bacarita Kamtibmas oleh pa Kapolda,” tandas mantan Kapolres Malra. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed