by

Mikaniki’s Effect Bawa Hitijahubessy-Leuwol Ukir Prestasi Diajang ICYSS 2020

-Maluku-80 views

AMBON,MRNews.com,- Melalui penelitian berjudul Mikaniki’s Effect in Improving Cognitive Pattern Recognition, dua pelajar asal Ambon yang tengah menempuh pendidikan menengah pertama di Sekolah GenIUS, Angelica Hitijahubessy dan Fiodory Leuwol, mengukir prestasi dalam ajang International Conference of Young Social Scientist (ICYSS) 2020, Senin (16/11).

Prestasi yang diukir Hitijahubessy-Leuwol dengan berhasil meraih juara harapan II dibidang Psikologi.

Ketua Komite Sekolah GenIUS Edwin Matatula mengaku, penelitian ini muncul setelah sebelumnya kedua siswa memainkan pemainan Mikaniki, lalu tertarik dalam memperkenalkannya kepada orang lain.

“Dalam penelitian ini, mereka meneliti efek permainan Mikaniki terhadap siswa SD dari Indonesia Timur,” kata Matatula lewat release media center pemerintah kota (Pemkot) Ambon, Selasa (17/11).

Dijelaskan, Mikaniki adalah sebuah prototype game digital yang dikembangkan Azalia Herma, S.Si dan Dr. F.X. Ivan, Ph.D. Mikaniki berfokus pada penggunaan pola dan angka sebagai simbol, dan memiliki jalan cerita yang menarik.

Pada penelitian ini, Mikaniki digunakan untuk meningkatkan kemampuan kognitif dalam pengenalan pola.

“Berdasarkan penelitian, permainan ini mampu meningkatkan kemampuan kognitif pengenalan pola siswa SD dari Indonesia Timur hingga 37.4%. Kendati demikian, masih ada batasan dari penelitian ini yang akan terus dikaji lebih lanjut,” imbuh Edwin.

Edwin mengaku, prestasi membanggakan ini tidak lepas dari kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan Pemkot dalam hal ini Walikota Ambon Richard Louhenapessy terhadap dunia pendidikan di Kota Ambon.

“Prestasi ini tak lepas dari kebijakan Bapak Walikota Ambon yang begitu peduli dengan dunia pendidikan. Sejak kepemimpinannya, beliau begitu peduli dan concern bagi pembangunan sumber daya manusia yang unggul untuk Kota Ambon, Maluku maupun Indonesia melalui pendidikan, baik formal maupun informal,” tandasnya.

ICYSS, lanjut Matatula, adalah kompetisi karya ilmiah remaja dalam bidang Psikologi, Sejarah, Geografi, Sosiologi, dan Ekonomi, yang diperuntukkan untuk siswa sekolah menengah terbaik diseluruh dunia.

“ICYSS 2020 masuki tahun ketiga sejak 2018 dan tahun ini diselenggarakan di Serbia. Siswa yang menjadi partisipan merupakan perwakilan negara (tidak dapat dikirim perorangan),” tuturnya.

Tahun 2019 dengan penelitian yang sama lanjut Matatula, Angelica dan Fiodory berhasil menjadi juara 1 Lomba Peneliti Belia Papua 2019, dan menjadi partisipan di Lomba Peneliti Belia Nasional 2019.

“Hal ini kemudian mengantarkan mereka ke ajang internasional di Serbia sebagai salah satu perwakilan dari Indonesia yang berkompetisi dengan delapan negara lain yakni Guam, Macau, Malaysia, Slovenia, Turki, Republik Moldova, dan Mexico,” tutup Matatula. (MR-02/MC)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed