by

Kepala Daerah Harus Serius Tangani COVID-19, Apalagi Petahana Pilkada

-Politik-138 views

AMBON,MRNews.com,- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan, semua kepala daerah harus serius melaksanakan penanganan pandemi Covid-19.

Bila daerahnya, masuk zona merah harusnya dipertanyakan, apalagi saat pemilihan kepala daerah (Pilkada), pemimpinya maju lagi sebagai kontestan pemilu atau petahana

“Ini yang perlu menjadi catatan karena pemimpin yang kuat ditemukan saat krisis. Semua kepala daerah harus bergerak serius, daerah merah maka dibully,” tegasnya di Swissbell-hotel Ambon, Kamis (23/7) malam.

Karena itu, menurut mantan Kapolri, Pilkada serentak yang akan dihelat 9 Desember 2020 mendatang dimana empat kabupaten di Maluku termasuk didalamnya harus menjadi gelombang mobilisasi masyarakat untuk menjadi agen perlawanan terhadap penyebaran Covid-19 dan bukan media penularan.

“Momentum Pilkada bukan menjadi media penularan, tetapi justru menjadi gelombang untuk memobilisasi masyarakat menjadi agen perlawanan Covid -19,” kata Mendagri saat dialog yang juga diikuti Menko Polhukam Mahfud MD, Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono, Kasum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto dan Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono bersama akademisi, tokoh masyarakat, agama, adat, pemuda dan organisasi masyarakat di Maluku

Dirinya juga meminta agar para tokoh dapat menaikan isu percepatan penanganan Covid-19.”Tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda harus naikkan isu ini agar kontestasi ini menjadi kontestasi penanganan Covid-19,” tukasnya.

Dijelaskan, untuk menentukan Pilkada serentak pada 9 Desember 2020, telah dilakukan dialog dengan lembaga terkait dan berbagai kajian termasuk menyimak perkembangan dunia terkait pandemi ini. Sebelumnya, KPU menawarkan tiga opsi yaitu digelar pada 9 Desember 2020, 17 Maret 2021, dan 29 September 2021.

Dituturkan pula, setelah diamati ada puluhan negara yang menunda pemilihan dan juga puluhan lainnya yang tetap melaksanakan, maka Indonesia memilih opsi hanya menunda bulan pelaksanakan Pilkada yang sebelumnya September menjadi Desember 2020.

“Ada dua negara yang menunda pelaksanaan pada Mei 2021, yaitu Inggris dan Paraguay. Sehingga kita ambil opsi tunda tapi tunda, bulan” tegas Tito.

Saat pandemi ini, lanjutnya, bila diamati kegiatan Pilkada di negara-negara lain, malah cenderung tingkat partisipan warganya tinggi. Hal ini tentu, menandakan Pilkada sangat penting untuk memilih pimpinan yang akan memgurusi kepentingan hajat hidup orang banyak.

“Mengadopsi kegiatan Pilkada negara-negara lain, partisipasi malah tertinggi. Ini disebabkan adanya Covid-19, mengganggu hajat hidup semua orang. Untuk itu, merupakan kepentingan kita untuk memilih pimpinan yang baik dan tepat karena ada fenomena global dimana ada krisis kesehatan, krisis ekonomi dan krisis sosial,” terangnya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed