by

Negara Maju Kewalahan Ambil Kebijakan Hadapi COVID-19, Termasuk Indonesia

-Maluku-169 views

AMBON,MRNews.com,- Menkopolhukam Mohammad Mahfud MD mengaku, dalam mengambil kebijakan secara ilmiah, bukan Indonesia saja yang keliru tetapi negara maju didunia sekalipun juga kewalahan mengambil kebijakan dalam menghadapi situasi pandemi ini.

“Untuk menghadapi situasi COVID-19 ini kita melakukan hal untuk mengantisipasinya tidak selalu sama. Info dari WHO juga secara ilmiah COVID-19 bisa tertular melalui udara,” jelas Mahfud saat video confrence bersama kepala daerah dan Forkopimda empat kabupaten di Maluku yang menggelar Pilkada serentak tahun 2020 di kantor Gubernur Maluku, Kamis (23/7).

Bahkan diakui mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu, dalam pelaksanaan penanganan COVID-19 ini banyak hal dan kebijakan tidak terarah dan berubah-ubah oleh pemerintah.

“Ketika pemerintah mau membuat kebijakan, disini ada hal dan keganjalan dalam pelaksanan kebijakan sehingga baru berjalan kebijakan yang dibuat pemerintah, sudah ada keluhan dari masyarakat sehingga Presiden mengeluarkan PSBB,” tukasnya.

Sementara Mendagri Tito Karnavian mengatakan, Pilkada kali ini adalah Pilkada yang pertama kali terselenggara di Indonesia karena perjalanannya bersamaan adanya situasi pandemi COVID-19.

“Momentum Pilkada sangat penting karena kita bisa mengangkat dan memilih kepala daerah yang profesional dalam bekerja untuk memakmurkan masyarakat, untuk bisa mengambil kebijkan dan upaya yang sungguh untuk menghadapi situasi pandemi COVID-19,” imbuh mantan Kapolri.

Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono menilai, yang perlu antisipasi didaerah adalah potensi kerawanan dan memberikan langkah-langkah awal serta deteksi dini. Pencegahan utama adalah peran media sosial yang punya dampak dan kerawanan bagi terselenggaranya Pilkada.

“Saya sudah sampaikan untuk Kapolres di kabupaten yang melaksanakan Pilkada, dalam menyikapinya harus diutamakan koordinasi dengan pihak-pihak tertentu demi menjaga netralitas. Juga lakukan langkah persuasif dan humanis karena penegakan hukum jadi langkah terakhir,” sebut Wakapolri.

Pendisiplinan protokol kesehatan guna mewujudkan masyarakat produktif dan aman dari COVID-19 diakui Kasum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto sangat penting disaat pandemi ini. Para tenaga medis atau petugas sudah intens sosialisasi didaerah masing-masing untuk melakukan social distance, pakai masker dan rajin cuci tangan.

“Diharapkan masyarakat dapat memahami serta disiplin melaksanakan protokol kesehatan. Kami hadir kesini guna menormalisir kehidupan masyarakat didaerah setempat terutama bagi masyarakat Maluku menghadapi situasi pandemi COVID-19. Kami di pusat juga melihat ada perkembangan dalam menuntaskan pandemi COVID-19 di Maluku,” terang Joni.

Sebelumnya, Gubenur Maluku Murad Ismail menyadari, aspek kesehatan di Maluku jadi prioritas utama dan dapat menormalisir kehidupan masyarakat di Maluku dalam menghadapi pandemi COVID-19 ini, serta dibutuhkan disiplin serta kesadaran masyarakat.

Selain empat nama diatas, ada pula Wakil Ketua DPD RI Nono Sampono yang bersama-sama lakukan kunjungan kerja di Maluku guna mensukseskan Pilkada serentak dan pendisiplinan masyarakat guna adaptasi kebiasaan baru taat protokol kesehatan Covid. Kapolda Maluku Irjen Pol Baharudin Djafar dan Forkopimda Maluku ikut terlibat pada kegiatan itu. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed