by

200 Warga Lokal Bakal Dikerjakan di Pabrik Pengolahan Plastik

AMBON,MRNews.com,- Pabrik pengolahan sampah plastik pertama di Kota Ambon bakal beroperasi di Negeri Hutumuri Kecamatan Leitimur Selatan (Letisel) bulan Agustus 2022 mendatang, bakal menyerap kurang lebih 200 tenaga kerja lokal.

“Kita membutuhkan kurang lebih 200 pekerja lokal di pabrik ini. 150-an orang untuk pemisahan sampah, staf, supervisor dan lainnya 30-an orang. Tidak terhitung pemulung luar,” tandas Hendra Ti, Direktur Utama PT Milion Limbah Ambon.

Diketahui, peletakan batu pertama pembangunan pabrik tersebut sudah dilakukan Walikota Ambon Richard Louhenapessy, Sekertaris Kota Ambon Agus Ririmasse, Raja Negeri Hutumuri dan PT Milion Limbah Ambon, Rabu (16/3).

Walikota Ambon Richard Louhenapessy menegaskan, tidak salah jika PT Milion Limbah Ambon dipercaya kerjasama kelola sampah plastik di Ambon karena mereka sudah pengalaman dibeberapa daerah dibidang yang sama. Sebab sampah plastik menjadi ancaman serius saat ini.

Data BPS tahun 2021 menyebut, limbah plastik Indonesia mencapai 66 juta ton/tahun. Khusus Kota Ambon, setiap harinya, jumlah sampah plastik yang masuk ke tempat pembuangan akhir rata-rata 175 ton per hari.

“Pemkot Ambon intens lakukan sosialisasi dan kampanye kepada masyarakat untuk terus menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan, sebagai pengganti plastik, mensupport berbagai komunitas peduli lingkungan yang mendaur ulang sampah plastik jadi produk yang bernilai ekonomis tinggi,” urainya.

Setiap tahunnya, sampah plastik menyebabkan kerugian ekonomi dunia hingga mencapai 13 miliar dollar. Kesadaran akan bahaya itu, maka kehadiran pabrik pengolahan sampah plastik ini nanti menjadi harapan pengolahan sampah plastik di Ambon.

“Saya mendorong ada pabrik karena dari aspek lingkungan itu komitmen kita untuk terus menjaga lingkungan dimana kita ada. Serta membuka ruang rekrutmen tenaga kerja warga Hutumuri dan Benteng Karang kurang lebih 200 orang. Itu akan berdampak dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat,” jelasnya.

“Semoga ini bisa jadi contoh bagi investasi selanjutnya di Ambon. Sebab masalah yang paling utama di kota ini soal tanah. Maka kalau tidak ada harmonisasi, kebersamaan, bisa saja investor dia akan alami resistensi dan itu berdampak bagi perkembangan ekonomi kota,” demikian Walikota.

Sementara, Hendra Ti, Direktur Utama PT Milion Limbah Ambon katakan, pasca peletakan batu pertama ini, pihaknya mulai lakukan pembangunan, dengan target bulan Juli selesai dibangun dan Agustus rencana mulai beroperasi.

Sistem pengolahannya nanti kata Hendra, sampah organik dan non organik dipisah. Khusus non organik seperti plastik, kertas nanti dibersihkan di pabrik yang selanjutnya dibawa ke Pulau Jawa dan di-recycle ulang. Cara ini dipandang lebih ramah lingkungan daripada terus tebang kayu.

“Pabrik yang akan dibangun ini sebetulnya cuma produksi plastik saja. Dari sampah ke plastik. Setelah itu kita ekspor ke Jawa untuk dibuat tas kresek dan dijual kembali. Karena di Indonesia ini kita tidak bisa hindari penggunaan plastik,” terangnya.

Saat ini, pihaknya lebih fokus pengolahan plastik. Tapi kedepan tidak tutup kemungkinan ada yang lain.

“Pemisahan sampah dua shift. Ada satu shift yang tidak sempat kita desain. Itu untuk pemulung yang ambil diluar dan kita serap plastiknya juga. Jadi harapan kita sampah plastik semua di darat kita bisa beresin,” kuncinya. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed