by

Warga Malra Terima Tiga Jenis Bantuan Sosial

-Kab.Malra-114 views

AMBON,MRNews.com,- Bupati Maluku Tenggara M. Thaher Hanubun menyerahkan bantuan sosial (Bansos) stimulan usaha ekonomi produktif bagi wanita rawan sosial ekonomi (WRSE), asisten sosial bagi anak terlantar/kurang mampu dan bantuan kearifan lokal di Aula Kantor Bupati, Jl. Abraham Koedoeboen Langgur, Senin (6/7).

Penerima Bansos stimulan usaha ekonomi produktif WRSE sebanyak 50 orang (Kecamatan Kei Kecil Timur, Kec. Kei Kecil Timur Selatan, Kei Besar Selatan, Kei Besar Utara Barat), nutrisi bagi anak terlantar/kurang mampu 50 orang (Kei Kecil Timur Selatan dan Kei Besar Utara Timur) dan bantuan kearifan lokal untuk 3 kelompok sanggar seni yakni Ohoi Kolser, Ohoi Abean Kamear dan Ohoi Rumadian.

Bupati Thaher Hanubun berterima kasih kepada semua pihak terutama pimpinan OPD yang telah bekerjasama untuk pencegahan penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) diantaranya pemberian bantuan kepada masyarakat dampak Covid-19 oleh Dinas Sosial.

Hanubun kembali mengingatkan apa yang disampaikan Ketua Gugus Pencegahan Penanggulangan Covid-19 Doni Monardo dan Menko PMKR RI saat video conference yang berlangsung di Ambon kemarin guna mengetahui upaya penanggulangan Covid-19 di Maluku, semuanya telah dilaksanakan Pemkab Malra.

“Misalnya tambahan TPP 25% sampai 30% bagi tenaga medis, kemudian akibat dampak Covid-19 terjadi krisis sehingga digalakan ketahanan pangan dengan mengadakan kebun manunggal kerjasama TNI/POLRI bersama Pemda dibeberapa Ohoi serta kebun Pemda dan masyarakat di lokasi depan mantor Bupati,” tuturnya.

Menurutnya, Pemda memberikan perhatian serius kepada wanita rawan ekonomi yang mengalami ketidakberdayaan dalam memenuhi kebutuhan pokok keluarga dan memberikan pendampingan secara intensif agar WRSE lebih berdaya dalam mengembangkan ekonomi keluarga dan mampu bersosialisasi dengan lingkungan.

Selain itu juga, Pemda memberikan perhatian kepada anak terlantar karena anak sebagai generasi penerus bangsa, maka diperlukan sinergi antar berbagai pihak baik pemerintah daerah, lembaga pendidikan dan keluarga.

“Tujuan penguatan kearifan lokal juga adalah mencegah terjadinya konflik sosial dan atau menangkal paham-paham radikalisme di masyarakat yang dilaksanakan dalam bentuk pelestarian nilai budaya seni dan tari tradisional kepada masyarakat,” tukas Bupati.

Kepada penerima bantuan, mantan anggota DPRD Maluku itu berharap, tidak melihat dari besar kecilnya bantuan, tetapi mensyukuri apa yang diberikan. “Mudah-mudahan doa dan kebaikan kita diridhoi Tuhan dan diberikan rahmat dan rezeki yang lebih,” harapnya.

Dirinya meminta OPD teknis agar membina sanggar-sanggar budaya yang berpotensi. “Ini penting. Kita harus menghormati jasa para pahlawan dan orang-orang tua kita, leluhur yang telah melahirkan adat budaya kepada kita, kita wajib melestarikan budaya itu,” ingatnya. (**)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed