by

Sempat Diambil Paksa, Pasien COVID-19 Akhirnya Dimakamkan di Wara

-Maluku-260 views

AMBON,MRNews.com,- Sempat diambil paksa pihak keluarga dari mobil jenazah RSUD dr Haulussy, jenazah almarhum pasien COVID-19 kasus 577 HK (57), warga Malteng akhirnya dimakamkan sendiri oleh keluarga dan warga di TPU Warasia, Kebun Cengkeh, Jumat (26/6) malam.

“Malam jelang magrib, sudah dimakamkan di Wara oleh keluarga. Masyarakat disana (kampung Wara) tidak keberatan dan sudah selesai,” Ketua Harian GTPP COVID-19 Provinsi Maluku Kasrul Selang kepada awak media di kantor Gubernur, Jumat (26/6) malam.

Hal itu terjadi, diakuinya, karena keluarga almarhum tetap berpegang akan dimakamkan di lokasi yang ditentukan. Negosiasi dan rembuk dilakukan. Dengan pendekatan, jika lokasi pemakaman sesuai kemauan keluarga, masyarakat tidak keberatan, tidak masalah asal protokol COVID harus dijalankan.

“Memang sebetulnya kami sangat menyayangkan. Satu sisi tentu kami berempati kepada keluarga almarhum. Tapi sisi lain itu pasien positif COVID-19 dan berbahaya bagi masyarakat lainnya,” tukasnya.

Dirinya berharap, kejadian ini yang terakhir terjadi di Maluku. Sebab di Gugus Tugas melaksanakan protokol COVID-19 untuk pemakaman jenazah demi kepentingan banyak orang, agar jangan sampai terjadi penularan masif.

“Hal ini tentu perlu evaluasi secara serius antara Gugus Tugas, masyarakat dan semua pihak agar satu pikir. Pasti kita evaluasi. Dengan harapan semoga ini jadi yang terakhir dan tidak terjadi lagi,” harapnya.

Terhadap keluarga dan warga yang mengangkat jenazah maupun yang makamkan bagaimana tindakanlanjut kata Kasrul dirinya akan bicara dengan tim kesehatan sejauh mana kontak erat dengan jenazah dan disekitar. “Yang pasti kita koordinasikan,” tutupnya. (MR-02)

Diketahui, iring-iringan mobil yang mengantar jenazah untuk dimakamkan di TPU Hunuth dihadang dan diambil paksa pihak keluarga dan warga didepan RM Arema Jalan Jenderal Sudirman, Batumerah dan diamankan di rumah keluarganya didekat TKP.

Alasannya, keluarga ingin agar almarhum tetap dilakukan pemakaman secara agama pada tempat yang sudah ditentukan, bukan secara protap COVID-19. Meski Swab cepat/TCM yang diambil tim medis RSUD dr Haulussy hasilnya positif. Keluarga pun diedukasi soal protap COVID-19.

“Dalam negosiasi, keluarga minta Swab lagi, tim medis memakai TCM, hasilnya masih positif. Karena positif, keluarga ijinkan pemulasaran jenazah dan dimakamkan seusai protap. Sebenarnya sampai disitu sudah selesai. Tapi iring-iringan mobil jenazah dan petugas, diperjalanan terjadi hadangan dan perebutan peti jenazah. Massa banyak dan diluar kendali mengawal,” tukasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed