by

Pemetaan Kenaikan Kasus COVID-19 di Ambon, 3 Desa Berisiko Tinggi

-Kota Ambon-212 views

AMBON,MRNews.com,- Kota Ambon sejak 22 Juni 2020 terapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 14 hari. Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kota Ambon telah melakukan pemetaan risiko kenaikan kasus COVID-19 per kelurahan/desa/negeri sesuai indikator kesehatan masyarakat yang diadaptasi dari indikator yang dirumuskan tim pakar GTPP  COVID-19 nasional.

Juru Bicara GTPP COVID-19 Kota Ambon Joy Adriaansz menjelaskan, 10 indikator yang dipakai sebagai landasan pemetaan risiko yakni pertama; penurunan jumlah kasus positif selama 2 minggu terakhir dari puncak (target ≥50%), kedua; penurunan jumlah kasus ODP dan PDP 2 minggu terakhir dari puncak (target ≥50%), ketiga; penurunan jumlah meninggal dari kasus positif 2 minggu terakhir dari puncak (target ≥50%).

Keempat; penurunan jumlah meninggal dari kasus ODP dan PDP 2 minggu terakhir dari puncak (target ≥50%), kelima; penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di RS 2 minggu terakhir dari puncak (target ≥50%), keenam; penurunan jumlah kasus ODP dan PDP yang dirawat di RS 2 minggu terakhir dari puncak (target ≥50%).

Ketujuh; kenaikan jumlah sembuh dari kasus positif 2 minggu terakhir, kedelapan; kenaikan jumlah selesai pemantauan dan pengawasan dari ODP dan PDP 2 minggu terakhir, sembilan; penurunan laju insidensi kasus positif per 10.000 penduduk, sepuluh; penurunan angka kematian per 10.000 penduduk.

“Setiap indikator diberikan skoring dan pembobotan lalu dijumlahkan. Hasil perhitungan dipetakan menjadi empat (4) kategori risiko yaitu: risiko tinggi (warna merah), risiko sedang (warna orange), risiko rendah (warna kuning) dan belum ditemukan kasus positif COVID-19 (warna hijau),” ungkap Joy dalam rilisnya, Kamis (25/6).

Dari 50 kelurahan/desa/negeri di Kota Ambon lanjutnya, berdasarkan pemetaan risiko terdapat tiga (3) kelurahan/desa/negeri berisiko tinggi yaitu Negeri Batu Merah, Kelurahan Pandan Kasturi dan Kelurahan Rijali. Enam (6) kelurahan/desa/negeri risiko rendah; Desa Galala, Negeri Seilale, Negeri Latuhalat, Negeri Hatalai, Negeri Ema dan Negeri Rutong.

33 kelurahan/desa/negeri risiko sedang; Negeri Urimessing, Neg. Nusaniwe, Neg. Tawiri, Neg. Hative Besar, Neg. Hukurila, Neg. Hutumuri,  Neg. Halong, Neg. Passo, Neg. Hative Kecil, Neg. Soya, Neg. Rumahtiga, Desa Latta, Desa Poka, Desa Hunuth, Desa Wayame, Desa Waiheru.

Kemudian Kelurahan Silale, Kel. Waihaong, Kel. Urimessing, Kel. Nusaniwe, Kel. Benteng, Kel. Wainitu, Kel. Mangga Dua, Kel. Kudamati, Kel. Uritetu, Kel. Ahusen, Kel. Honipopu, Kel. Batu Gajah, Kel. Batumeja, Kel. Karang Panjang, Kel. Amantelu, Kel. Waihoka dan Kel. Lateri. Sedangkan 8 kelurahan/desa/negeri yang belum melaporkan adanya kasus positif COVID-19 atau masih hijau yakni Neg Amahusu, Neg. Laha, Neg. Kilang, Neg. Leahari, Neg. Naku, Desa Nania, Desa Negeri Lama dan Kelurahan Tihu.

“Untuk daerah yang masih hijau tidak lengah dan tetap menjalankan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab kita ketahui bersama, penularan COVID-19 sangat erat hubungannya dengan mobilitas penduduk, kerumunan orang dalam jumlah besar, dan tidak mengenal batas wilayah,” harap Joy.

Selama periode PSBB, lanjutnya, pencarian kasus akan ditingkatkan melalui peran aktif masyarakat dalam Gugus Tugas RT/RW dan relawan COVID-19 dengan cara mengajak masyarakat yang bergejala maupun memiliki penyakit penyerta untuk melakukan skrining. Bila ditemukan kasus terkonfirmasi COVID-19, tim kesehatan akan menindaklanjuti dengan penelusuran kontak.

“Tergantung kondisi pasien dan keluarganya, maka akan dilakukan karantina/isolasi baik secara terpusat di rumah sakit atau diklat/penginapan, maupun secara mandiri. Isolasi mandiri sangat bisa dilakukan, namun tentunya membutuhkan dukungan baik dari keluarga maupun lingkungan sekitar,” bebernya lagi.

Deteksi dini, peningkatan kapasitas pemeriksaan dan pelayanan perawatan, penelusuran kontak dan isolasi dibarengi pembatasan sosial sebagai strategi yang diharapkan mampu menekan laju penularan COVID-19. Ini bisa terwujud lewat kerjasama semua pihak baik pemerintah, swasta, media, akademisi dan masyarakat untuk menjalankan perannya masing-masing dalam penerapan PSBB saat ini.

“Mari patuhi protokol kesehatan dan jaga jarak sosial sesuai anjuran. Apa yang kita kerjakan dapat memberikan kebaikan bagi keluarga dan orang-orang yang kita kasihi, yang mungkin dalam kondisi kesehatan yang lebih rentan dari diri kita sendiri,” ajak Kadis Kominfo-Sandi Kota Ambon. (MR-02)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed