by

Sidang Jemaat Silo Fokus Cakapkan Peningkatan Kualitas SDM & SDA

-Agama-144 views

AMBON,MRNews.com,- Jemaat GPM Silo Klasis Kota Ambon menggelar persidangan ke-38, Minggu (8/3/2020). Perutusan 12 sektor, majelis jemaat, badan-badan pembantu pelayanan dan Majelis Pekerja Klasis (MPK) sebagai peserta sidang sebanyak 240 orang, akan cakapkan dan rumuskan program strategis yang fokus pada peningkatan kualitas Sumberdaya Manusia (SDM) dan Sumberdaya Alam (SDA).

Ketua Majelis Jemaat Silo Pendeta J.Z Matatula katakan, fokus itu sejalan dengan sub tema GPM yang mana orientasinya lebih banyak kepada peningkatan kualitas SDM dan SDA.

Oleh karena itu, program kegiatan yang nantinya ditetapkan dalam sidang, selain break down dari rencana strategi (Renstra) tahun 2020, tetapi juga berusaha dalam cakapan minimal ada kegiatan yang menyentuh subtema terkait SDM dan SDA.

“Intinya mendorong peningkatan kualitas SDM dan SDA agar jauh lebih baik dari waktu ke waktu. Misalnya bantuan dana bergulir bagi UKM di jemaat, mendorong pemuda bisa meningkatkan ekonomi kreatif. Lalu sisi pendidikan, kita berusaha untuk minimal ada klinik untuk peningkatan bahasa Inggris guna menyiapkan anak-anak ikut debat bahasa Inggris ditingkat klasis, sinode bahkan umum,” ungkap Matatula kepada awak media usai pembukaan persidangan.

Tentu program yang nanti dirumuskan diakuinya, akan disinergikan dengan program Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terkait dua fokus itu.

“Gereja tidak bisa berjalan sendiri. Sisi sumberdaya mungkin ada, tapi kita terbatas pada pendanaan. Maka kita bisa manfaatkan dana yang disiapkan pemerintah untuk kegiatannya. Sebab pasti pemerintah punya keinginan untuk memberdayakan masyarakatnya yang adalah jemaat kami.

Anggota MPK Kota Ambon Nus Saptenno menilai, gereja tidak ansi melakukan tugas-tugas rohani tetapi gereja juga harus berbuat berbagai macam hal yang bisa memberdayakan jemaatnya. Jika tidak, program-program yang diputuskan hanya berorientasi sifatnya non fisik.

Meski fisik walau kecil tetapi harus terjadi didalam jemaat dan merupakan hal yang bisa merubah mindset jemaat. Supaya jemaat bisa bertumbuh baik dalam iman, tetapi juga bertumbuh dalam berbagai bidang termasuk bidang ekologi.

“Maka program diarahkan harus membaca dan manfaatkan peluang untuk melakukan terobosan didalam gereja agar jemaat punya sumber pendapatan yang jelas dan akhirnya berpengaruh signifikan saat melakukan ibadah dalam jemaat. Tanpa itu, segala yang dibuat mungkin maksimal tapi terpenting itu merubah mindset jemaat terhadap lingkungan sekitar dimana mereka ada. Tanggungjawab itu ada dipimpinan gereja,” pesannya.

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana Persidangan Jemmy Pietersz dalam laporannya mengaku, sejak dilantik dalam ibadah Minggu 24 Maret 2019 hingga kini, panitia telah melaksanakan tanggungjawab yang diberikan kurang lebih 11 bulan 15 hari.

Berupaya lewat pendanaan dan sumbangan. Dengan mengatur agenda pembahasan tema sub tema di 12 Februari 2020 yang disajikan Sekretaris Umum MPH Sinode GPM Pdt Elifas Maspaitella.

Selain juga, penyamaan persepsi antara peserta dan majelis jemaat terhadap program pelayanan tahun 2020 pada 24 Februari 2020 dan persidangan jemaat hari ini, dengan agenda utama laporan pelayanan dan keuangan majelis jemaat tahun 2019 dan menyusun rancangan keputusan persidangan. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed