by

Musda Golkar Tunda, RU Pastikan Dukungan Aman

-Politik-371 views

AMBON,MRNews.com,- Musyawarah Daerah (Musda) X DPD Partai Golkar Provinsi Maluku kembali mengalami penundaan dari waktu yang direncanakan 3-4 Maret 2020 di Kota Ambon. Namun kondisi itu, tidak mempengaruhi dukungan kepada calon ketua DPD Golkar Maluku Ramly Umasugi (RU).

Ramly memastikan dukungan terhadapnya sebagai kandidat dari 10 DPD II se-Maluku, organisasi sayap partai Golkar dan organisasi yang mendirikan dan didirikan Golkar tetap aman, alias tidak berpindah ke lain hati. Meski Musda baru akan digelar pada rentan waktu diatas tanggal 4 Maret.

“Tidak mempengaruhi. Penundaan Musda ini murni karena padatanya agenda di DPP. Sehingga harus disesuaikan waktu-waktu yang ada. Ambil contoh di Maluku Utara yang tadinya tanggal 4 Maret dirubah atau undur ke tanggal 9-10 Maret. Katong juga mungkin sekitar tanggal-tanggal begitu,” ungkap Ramly kepada media ini di Ambon, Selasa (3/3/2020).

Bupati Kabupaten Buru itu menampik penundaan Musda karena belum mendapat persetujuan dari Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto yang juga kabarnya belum memberi restu kepadanya.

“Tidak benar. Mengelola informasi dipinggiran khan tidak perlu. Penundaan karena memang penyesuaian dengan DPP. Sebab waktu Musda daerah lain juga sama. Maka perlu diatur. Panitia itu juga sudah siap gelar Musda kapan pun karena secara teknis siap. Hanya tinggal waktu dari DPP saja,” sebut Ketua DPD Golkar Buru.

Ditambahkan RU, dukungan baginya sebagai pengganti Said Assagaff tidak beranjak ke pihak lain. Karena komunikasi dan komitmen yang terbangun semua dengan hati, bukan unsur pragmatis. Selain dukungan itu juga melalui keputusan pleno yang sifatnya mengikat.

“Kalau dukungan itu pragmatis karena sesuatu, khan pasti DPD II dan lainnya sudah pindah. Ini masing-masing berjalan bebas karena pilihan sudah ke saya dan diputuskan resmi lewat pleno. Apalagi katong membangun komunikasi dan komitmen semua dengan hati. Bahkan konsolidasi terkahir, semua pemegang hak suara DPD II ikut serta,” tegas RU.

Karena itu, dirinya masih tetap yakin akan terpilih secara aklamasi di Musda. Sebab prasyarat dukungan 30 persen pemegang hak suara, calon lain yang mendaftar tidak memenuhi. “Hanya saya yang lolos sebagai calon, maka dipastikan aklamasi. Tinggal tunggu waktu saja,” ujarnya percaya diri.

Wakil Ketua DPD Golkar Maluku yang juga tim pemenangan RU Ronny Sianressy menambahkan, Golkar ini ada aturan dan mekanismenya. Dimana soal pelaksanaan Musda, kompetensinya adalah DPD selaku pelaksana Musda itu sesuai AD/ART. “DPP tidak bisa terlalu masuk, apalagi ketua umum pun tidak bisa putuskan sesuatu diluar AD/ART,” tukas Ronny

Sebelumnya, Ketua DPD Golkar Kota Ambon Richard Louhenapessy yang digadang-gadang sebagai lawan kuat RU, tetap bersikukuh tidak akan bertarung di Musda demi menjaga soliditas internal partai. Sebab selaku senior, harus menjadi penuntun dan pengayom, tidak ingin Golkar terpecah hanya demi kepentingan sesaat.

“Demi menjaga soliditas partai, saya tidak akan ikut bertarung di Musda. Golkar harus tetap utuh dan solid kedepannya, bukan pecah hanya karena suksesi Musda. Tapi jika nantinya ada perintah DPP jika melihat Golkar Maluku harus diselamatkan, tentu sebagai kader tetap siap. Itu perintah, wajib dilaksanakan,” ujarnya akhir pekan kemarin. (MR-02)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed