16 Ton Sopi Dimusnahkan, Setara Rp 800 Juta

AMBON,MRNews.com,- Usai merazia secara masif pada Januari hingga Mei 2019, Polres Ambon dan Pp Lease, Selasa (7/5/19) di Mapolres, Perigilima total musnahkan 16 ton minuman keras (Miras) jenis sopi. Dimana secara simbolis pemusnahan dilakukan untuk 1225 liter. Sedangkan yang dimusnahkan di Polsek jajaran berjumlah 14.913 liter. Artinya secara kalkulasi, dari 16 ton yang dimusnahkan setara dengan uang senilai Rp 800 juta.

“Semua yang dimusnahkan ini, kalau diuangkan senilai 16 ton. Kalau 1 liter dijual Rp 50 ribu x 1 ton sudah Rp 50 juta x 16 ton maka jumlahnya Rp 800 juta. Razia sudah kita lakukan semenjak saya menjadi Kapolres tetapi yang kita musnahkan saat ini secara simbolis adalah perolehan razia dari bulan Januari 2019,” tukas Kapolres Pulau Ambon dan Pp Lease, AKBP Sutrisno Hadi Santoso disela-sela pemusnahan, Selasa (7/5).

Karena gencarnya razia yang dilakukan oleh Polres Ambon dan jajaran, diakuinya, para pemilik sopi menggunakan modus baru dengan memasukan sopi ke kota Ambon dari dua titik yaitu pulau Seram dan daerah Tenggara yaitu ditutup pakai sagu tumang. Sehingga seolah-olah secara kasat mata itu sagu tumang, untuk menghindari razia petugas.

“Tentu kita ingin menekan peredaran miras, apalagi ini bulan suci Ramadhan. Harapannya agar masyarakat dapat lebih tenang untuk melaksanakan ibadah tanpa gangguan Kamtibmas. Karena gangguan Kamtibmas di wilayah hukum Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, baik itu KDRT, pengeroyokan, penganiayaan, Lakalantas, setelah kita analisa memang semua bersumber dari sopi,” tandas pemilik dua melati emas di pundak itu.

Soal pemiliknya menurutnya, ada beberapa yang kebanyakan karena diperoleh dari kapal sehingga ketika didapatkan barang itu, pemiliknya pura-pura tidak mengetahui. Tetapi pihak yang berwajib sudah mempunyai yurisprudensi bahwasannya pemilik sopi bisa dikenakan Undang-undang pangan dan Undang-undang perlindungan konsumen.”Ini sudah dilakukan Dit Polair dan berkasnya P21 sehingga bisa kita jadikan yurisprudensi. Prinsipnya tidak ada toleransi bagi siapapun,” tegasnya.

Disinggung apakah sejauh ini sudah ada indikasi anggotanya terlibat dalam penyelundupan sopi dan barang ilegal lainnya, Sutrisno mengaku secara umum sampai awal bulan Ramadhan ini belum ada indikasi anggota polisi yang terlibat. “Tentu kalau ada anggota terlibat, kita tidak akan toleransi anggota yang terlibat menyelendupkan sopi atau barang ilegal lainnya. Akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” kuncinya.

Namun disisi lain, cara kepolisian merazia dan memusnahkan sopi mendapat pertentangan dari berbagai pihak termasuk netizen yang menilai tak adil. Pasalnya, sejak tahun 2016 sopi sudah diakui dan tersertifikasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai warisan budaya takbenda di Indonesia dari provinsi Maluku. Apalagi minuman keras (Miras) yang beredar pun tak hanya sopi tapi ada pula Bir dan minuman berlabel lain yang kadar alkohol tinggi. Belum lagi, sopi dinilai sebagian masyarakat Maluku sebagai penunjang kehidupan dari segi ekonomi. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *