ASN Ambon Dilatih Pendampingan Psikososial Pasca Bencana

AMBON,MRNews.com,- Aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon yang merupakan tenaga pendamping psiko sosial pasca bencana dilatih oleh psikolog Universitas Indonesia (UI) Yoliana Ratnasari dan psikolog Universitas Pattimura (Unpatti) Theophanny Rampisela tentang pendampingan pemulihan psiko sosial. Langkah ini sebagai upaya tanggap bencana terutama menyiapkan SDM guna melakukan pendampingan kepada korban bencana alam gempabumi yang baru terjadi di Maluku terutama anak-anak.

Sekretaris kota (Sekkot) Ambon Anthony Gustaf Latuheru katakan, keterpurukan yang biasa dihadapi saat menghadapi bencana yaitu menyangkut masalah psikosial seperti kekhawatiran akan terjadi gempa susulan, rasa kehilangan yang mendalam atas meninggalnya anggota keluarga, harta benda dan sumber mata pencaharian hilang seringkali menimbulkan kesedihan berkepanjangan. Selain itu terpaksa harus tinggal di pengungsian dalam kondisi serba terbatas menambah rasa cemas.

Tak hanya itu, menurutnya, masalah lain yaitu pengungsi mudah ada dalam kondisi jenuh, merasa kurang terpenuhinya kebutuhan hidup, tidak optimalnya pelaksanaan fungsi dan peran keluarga, kemungkinan hilangnya pengendalian diri, kekecewaan terhadap pelayanan yang diberikan pemerintah dapat berpotensi menjadi aksi sosial. Lalu terkesan pasrah dan putus asa, bahkan cendrung menyalahkan orang atau pihak lain bahkan Tuhan atas musibah yang dialami.

“Dalam situasi demikian maka diperlukan upaya penanganan dampak sosial psikologis terhadap korban agar terhindar dari gangguan psikologis dan permasalahan sosial yang lebih luas. Maka perlunya pengetahuan dan ketrampilan dalam memberikan pendampingan pemulihan psikososial bagi masyarakat korban bencana di kota Ambon. Sebab upaya optimalisasi peran pemerintah dalam penanggulangan bencana harus diikuti dengan pengetahuan aparatur terhadap potensi ancaman kerentanan bencana di Ambon,” tukas Latuheru saat membuka pelatihan itu di Marina Hotel, Jumat (4/10/19).

Latuheru pun menyebut, pengalaman bencana yang pernah dialami menjadi guru sangat baik dan berharga. Artinya Pemkot harus terus meningkatkan kualitasnya dalam penanggulangan bencana dan wajib mengikuti kebijakan dan strategi nasional saat ini yang dititik beratkan pada aspek pencegahan dan kesiapsiagaan atau di tahapan pra bencana. Serta perlu meningkatkan terus kapasitas dalam penanganan bencana maupun tahapan pemulihan pasca bencana atau tahap pemulihan.

Sementara kepala BPBD kota Ambon Demi Paays katakan, ASN yang terlibat dalam pelatihan selama empat hari ini dan sebagai calon tenaga pendamping yakni dinas sosial 2 orang, BPBD 7 orang, dinas kesehatan 7 orang, dinas pendidikan 7 orang, dinas pemberdayaan perempuan, perlindungan anak dan masyarakat desa 2 orang serta tiap kecamatan 1 orang. Dengan total peserta sebanyak 30 orang. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *