Dilanda Gempabumi, Pemkot Doa Bersama Untuk Ambon

AMBON,MRNews.com,- Pemerintah Kota (Pemkot) menggelar doa bersama untuk Ambon di rumah dinas Walikota kawasan Karang Panjang, Sabtu (28/9/19) malam pasca dilanda gempabumi berkekuatan 6,5 SR. Doa bersama dipimpin Rev. Suezette Hattingh diikuti oleh seluruh pejabat Kristen Pemkot Ambon, para pendeta jemaat beserta perangkat pengurus serta masyarakat.

Selain doa bersama secara Kristiani, juga nantinya akan dilakukan doa yang sama oleh umat Muslim sehari sesudahnya (hari ini-red) bertempat di rumah dinas Wakil Walikota Ambon, Karang Panjang.

Di kesempatan itu, Walikota mengaku, saat ini masyarakat kota Ambon masih sangat gelisah, risau dan takut akan isu-isu yang beredar. Meski banyak hal sudah dilakukan pemerintah, lewat sosialisasi-sosialisasi dan penjelasan maupun pemberitaan terkait namun disadari kegelisahan tersebut tidak teratasi karena gencarnya isu-isu melalui media-media sosial.

“Kemajuan teknologi bisa membawa dampak baik, namun juga berdampak negatif. Seperti halnya dengan penyebaran-penyebaran isu yang membawa kepanikan dan kegelisahan kepada masyarakat,” terang Walikota.

Sebagai masyarakat yang beragama menurutnya, kepada Tuhanlah umat harus berserah dan memohon belas kasihan. Apalagi ditengah-tengah situasi ramai dengan isu yang terlanjur meluas dan mencemaskan. “Tidak ada cara lain, selain berdoa, untuk mendapat jawaban dari semua kerisauan kita. Dengan berdoa, kita semakin bijak dan tenang menghadapi setiap permasalahan hidup,” ajak Louhenapessy.

Sementara Rev. Suezette Hattingh dalam refleksinya mengatakan, masyarakat Kota Ambon tidak bisa membandingkan dirinya dengan pulau lain, kota lain, karena sesungguhnya bukan patokan sebagai pembanding. “Jikalau kita menyadari sesungguhnya ini adalah cobaan yang dari Tuhan untuk mengajak kita kembali kepada-Nya, berubahlah dan yakinilah bahwa Tuhan sanggup mengubah semua bencana menjadi sukacita bagi umat yang berserah,” ungkap Hattingh.

Dirinya juga mengajak masyarakat untuk tidak mempercayai informasi-informasi yang mencemaskan melainkan berserah kepada Keagungan Tuhan. “Apabila ada yang mengatakan ini waktunya Tuhan untuk menghukum/menghakimi Ambon dan Maluku, Tuhan punya rencana untuk Ambon dan Maluku karena Tuhan sanggup mengubah musibah menjadi berkat,” tutupnya. (MR-02)

News Reporter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *